PBNU Usul PNS-Pegawai BUMN Keluarkan Zakat 2,5%

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 21:51 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Maksum Mahfudz (kanan), Ketua Abdul Manan Ghoni (kiri) dan Ketua Robikin Emhas (kedua kiri) memberikan pernyataan sikap tentang kasus perairan Natuna di gedung PBNU, Jakarta, Senin (6/1/2020).
Said Aqil Siroj (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj meminta pemerintah untuk menginstruksikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga pegawai BUMN untuk membayar zakat 2,5% dari pendapatan. Said Aqil menyebut langkah itu untuk mendukung program zakat nasional dalam mengatasi pandemi Corona.

Awalnya Said Aqil mengajak warga NU untuk memobilisasi sedekah dan zakat. Hal itu disampaikan pada Harlah NU ke-98 yang tayang melalui YouTube NU Channel, Sabtu (27/2/2021).

"Percuma kamu berorganisasi, percuma kamu berkumpul, percuma kamu bernegara, ber-DPR kecuali kita menggunakan tiga agenda. Satu memobilisasi sedekah, zakat, infak, wakaf, infak, hibah di tengah-tengah ekonomi yang sedang terancam seperti ini jadikanlah kita umat Islam mari kita jadikan zakat, infak, sedekah, hibah andalan ekonomi kita. Basic ekonomi kita. Kita punya zakat, kita punya infak, kita punga prinsip-prinsip sedekah yang diperintahkan oleh agama kita maka harus kita jalankan dengan baik insya Allah ekonomi yang sedang sepi ini, sedang merosot ini bisa diatasi dengan mudah kalau sudah sedekah jalan dengan baik," kata Said Aqil dalam sambutannya.

Said Aqil mengungkapkan lembaga zakat nasional, Baznas hanya menerima dana zakat sebanyak 358 milyar zakat dalam setahun. Dia menyebut jumlah tersebut masih sedikit di negara mayoritas Islam.

"Bayangkan Baznas itu, itu hanya mampu memobilisir dana 358 milyar, coba memalukan nggak, negara yang mayoritas umat Islam zakatnya yang termobilisir 358 milyar. Kalau dihitung semua nasional, lembaga zakat di daerah-daerah semua ini nasional 10,2 triliun, padahal umat Islam katanya mayoritas, yang kaya juga banyak," tutur dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2