Pemerintah Akan Sediakan Pusat Daur Ulang Sampah di Mojokerto

Yudistira Imandiar - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 12:13 WIB
KLHK
Foto: dok. KLHK
Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Mojokerto menyiapkan solusi agar warga Desa Bangun bisa sejahtera tanpa harus mengolah sampah impor. Pemerintah pusat dan daerah akan membuka lapangan kerja untuk warga setempat.

Desa Bangun di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menjadi sorotan lebih dari setahun lalu karena masalah sampah impor. Menteri LHK Siti Nurbaya yang melakukan kunjungan kerja ke Desa Bangun, Jumat (26/2) mengatakan saat ini secara fisik lokasi permukiman warga Desa Bangun, sudah jauh lebih bersih karena masyarakat sudah tidak lagi melakukan pilah sampah sisa impor dari pabrik kertas.

"Hari ini saya sudah melihat kondisinya di lapangan. KLHK segera konsolidasikan langkah-langkah yang bisa dilakukan, khususnya di bidang LHK. Akan terus kita intensifkan agar masyarakat dapat bangkit perekonomiannya," kata Siti dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/2/2021).

Ia menjelaskan pemerintah akan menyediakan fasilitas pusat daur ulang yang akan menyerap tenaga kerja. Selain itu, akan disiapkan bank sampah bagi lebih kurang 800-1.000 KK.

"Saya minta Dirjen kaji bersama akademisi, mungkin perlu dibangun sebanyak 3 sampai dengan 4 unit bank sampah, juga budidaya maggot. Dan segera saja minggu depan Bu Dirjen bicara dengan Pak Kades untuk bisa menyertakan pelatihan virtual yang akan dilaksanakan minggu depan. Kita harus bekerja cepat untuk masyarakat, sesuai arahan Bapak Presiden," papar Siti.

Dalam kunjungan itu, Siti didampingi Plt Bupati Mojokerto dan Kepala Desa Bangun melakukan observasi wilayah untuk merencanakan pengembangan usaha produktif masyarakat yang lainnya seperti ekowisata fishing farm, budidaya ikan lele, dan lain-lain. Menurut Siti, lokasi desa tersebut sangat strategis dan bisa menjadi desa pusat pertumbuhan, karena di wilayah kota atau urbanized rural.

"Saya minta Dirjen PSKL pada konteks kemitraan lingkungan juga bisa mengambil peran dukungan fasilitasi. Saya juga minta Dirjen PSLB3 untuk coba dilihat peluang CSR. Karena desa ini lokasinya di tepi kota, maka tentu nanti juga dibarengi penghijauan tanaman pohon yang bermanfaat," imbuh Siti.

Kepala Desa Bangun Dedik Isharianto menyampaikan pihaknya telah menyiapkan lahan tanah bengkok desa untuk pengembangan kegiatan produktif masyarakat. Ia menambahkan di wilayahnya hanya tersisa enam pengepul sampah plastic dan tiga pengepul sampah kertas yang masih beroperasi. Ditegaskannya, sampah yang dikumpulkan merupakan sampah lokal.

Siti menambahkan dengan adanya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, kegiatan usaha masyarakat menjadi lebih mudah, termasuk pendirian koperasi. Pemerintah, kata dia, juga mempunyai kebijakan khusus untuk pembangunan desa.

"Dari Desa Bangun ini, kita dapat memetik pelajaran yang menguatkan kebijakan nasional bahwa sampah harus menjadi bahan baku yang bernilai," ungkap Siti.

Lihat juga Video: UGM akan Kembangkan Alat Pengolah Limbah Kantong Plastik GeNose

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)