Andre Rosiade Penuhi Janji, Walkot Bukittinggi Cabut Perwako Retribusi Pasar

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 10:47 WIB
Andre Rosiade
Foto: Dok. Sumbar
Jakarta - Wali Kota Bukittinggi Erman Safar mencabut Perwako 40 dan 41 tahun 2018 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Pasar Grosir atau Pertokoan dan Peninjauan Tarif Retribusi Pasar usah resmi dilantik. Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Barat, Andre Rosiade mengapresiasi langkah tersebut.

"Alhamdulillah Gerindra diberi kepercayaan oleh masyarakat Bukittinggi pada Pileg 2014, Pileg 2019 dan Pilwako 2020. Kepercayaan yang begitu besar wajib bagi partai Gerindra bekerja keras dan bekerja cepat mewujudkan janji untuk menyejahterakan masyarakat," ujar Andre dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/2/2021). Hal tersebut disampaikan di rumah dinas Walkot Bukittinggi, Jumat (26/2).

Ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini menegaskan pihaknya akan bekerja cepat dalam membantu rakyat. Bahkan, ia mengatakan dirinya akan mundur sebagai Ketua DPD Gerindra jika tidak memenuhi janji politik.

"Kami dari Partai Gerindra telah memenuhi janji politik, atau kontrak politik. Seandainya kader Gerindra menang, insya Allah akan mencabut Perwako 40 dan 41 di hari pertama. Kalau tidak, kami akan mundur sebagai ketua DPD Gerindra. Janji politik harus dipenuhi. Kami anak-anak muda dipercaya memimpin partai. Kami tak ingin disebut politisi panduto (pendusta). Ini penting bagi kami di Gerindra," katanya.

Soal pelantikan Erman, Andre meminta warga Kota Bukittinggi mendoakan Erman agar terus istiqomah atau konsisten dan tetap bernyali dalam menuntaskan masalah di Bukittinggi.

"Kita dukung sepenuhnya Wako Erman Safar," katanya.

Andre menyebut mimpi Erman seperti revitalisasi Pasar Bawah, sebagai anggota Komisi VI DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Perdagangan siap membantu berdiskusi dengan Menteri Muhammad Lutfi.

"Juga ada rencana pemanfaatan tanah PT KAI yang merupakan bagian dari BUMN yang juga mitra kerja kami. Akan kami bantu diskusikan dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Soal rencana pembangunan Masjid Raya, kita akan diskusikan lebih lanjut," ungkapnya

Andre juga akan memastikan Erman terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat. Hal ini mengingat seorang pemimpin harus mendengar dan tidak hanya ingin dengar.

"Paling penting adalah berkomitmen dengan janji politik. Atas nama Gerindra mewakili pak Ketum Prabowo Subianto, Sekjen Ahmad Muzani dan Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad, kami berterima kasih kepada warga Sumbar. Kami tidak akan mengkhianati dukungan. Doakan kami konsisten. Politisi Gerindra tak akan jadi politisi panduto di Sumbar," katanya.

Sementara itu, Erman menyebut kontrak politik pencabutan Perwako 40 dan 41 itu ditandatangani pada 7 Maret 2020. Pencabutan tersebut atas permintaan Andre yang dinilai memberatkan masyrakat.

"Bang Andre yang dulu menjanjikan dan membuat kontrak politik menyaksikan janji kampanye di depan semua pedagang, kini hadir menunaikan janji itu," katanya.

Adapun pencabutan itu terkait dengan nasib puluhan ribu pedagang di Pasar Atas, Pasar Bawah, Pasar Aur Kuning dan pedagang yang terkena kewajiban retribusi di Bukittinggi.

"Pencabutan Perwako ini tentunya menjadi harapan bagi semua pedagang di pasar-pasar dan juga PKL serta semua pedagang yang terkena dampak. Begitu juga pedagang lainnya yang terkena dampak Perwako 41/2018. Malam ini kita mulai tahapan pencabutan Perwako dengan tetap mengacu kepada peraturan yang berlaku," paparnya.

Usai pencabutan, Erman mengatakan Pemerintah Kota Bukittinggi akan mengajak pedagang dan warga mengkaji nilai retribusi yang sesuai dengan kemampuan dan ekonomi pedagang. Apalagi saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19.

"Kami paham Bukittingi kota wisata dan pariwisata adalah sektor yang terdampak langsung dari pandemi. Bisa berjalan satu atau dua bulan ke depan, kita rembukkan segera. Setelah Sertijab, kami akan memulai tahapan awal merumuskan pembuatan perwako yang baru. Ini hari pertama kerja, ini pekerjaan pertama kami sebagai Wako," katanya.

Pengusaha property di Bandung ini juga meminta semua warga Bukittinggi dapat mendoakannya agar dapat memenuhi janji-janji yang telah disampaikan kepada warga saat kampanye 2020.

"Kami juga akan terus mengkaji, apakah dengan pencabutan Perwako ini akan membuat Perwako baru atau Perda (Peraturan Daerah) dalam mengatur retribusi," ujarnya.

Sementara itu, Penasehat Perkumpulan Pedagang Aur Kuning (PPAK) Rinaldo memuji Andre yang mengawal pencabutan Perwako 40 dan 41 tahun 2018 itu.

"Kami mewakili pedagang berterima kasih kepada Pak Andre Rosiade dan Pak Wako Erman Safar yang telah merealisasikan janjinya mencabut Perwako ini. Mari kita diskusikan soal Perwako pengganti atau Perdanya," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan tersebut, Erman turut didampingi Andre, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bukitinggi Benny Yusrial, tokoh masyarakat Bukittinggi Yulman Hadi dan perwakilan pedagang. (akd/ega)