214 Ribu Dosis Vaksin COVID-19 Disuntikkan ke Nakes-Pedagang DKI

Tiara Aliya - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 21:42 WIB
Sejumlah pekerja media mendapatkan vaksin COVID-19. Proses vaksinasi dilakukan di Hall A Senayan, Jakarta.
Ilustrasi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 214 ribu lebih dosis vaksin COVID-19 disuntikkan kepada tenaga kesehatan (nakes) hingga pedagang di DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan jumlah ini merupakan gabungan dari dosis pertama dan dosis kedua.

"Terkait vaksin yang sudah dilaksanakan, dosis satu tuh 141.225. Dosis dua 73.298. Total 214.523 dosis. Ini satu dan dua," kata Riza kepada wartawan yang disiarkan di akun Instagramnya, Jumat (26/2/2021).

Di sisi lain, pemberian dosis kedua vaksinasi COVID-19 sementara ini baru disalurkan terhadap nakes. Riza berharap ke depannya pemberian vaksin untuk kategori umum bisa segera dilakukan.

"Untuk nakes sendiri dosis 1 dan 2 tuh sudah 65,3 persen terkait vaksin," jelasnya.

"Prinsipnya secara bertahap kita mulai ke sektor lain di samping nakes. Mudah-mudahan nanti dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan masuk ke masyarakat," sambungnya.

Politikus Gerindra ini mengungkapkan pihaknya memaklumi kebijakan pemerintah pusat memberikan vaksinasi secara bertahap. Padahal Riza meyakini DKI Jakarta memiliki fasilitas kesehatan (faskes) dan jumlah vaksinator yang memadai untuk percepatan vaksin di Ibu Kota.

"Jadi kami mengikuti apa yang menjadi kebijakan dan keputusan pusat itu yang kami laksanakan. sekalipun kami punya kemampuan yang luar biasa sebetulnya, 19.741 orang per hari kemampuan kita melakukan penyuntikan. Faskes kita ada 511 kemudian pelaksanaannya ada 1.648 vaksinator. Jadi kita kalau vaksinnya banyak kita bisa lakukan lebih cepat di Jakarta. Tapi kami memahami dan berikan kesempatan kepada daerah lain," ungkapnya.

Seperti diketahui, sekitar 7,9 juta warga di DKI Jakarta ditargetkan menerima vaksin COVID-19. Terdiri dari tenaga kesehatan hingga kelompok rentan ekonomi.

Adapun kelompok penerima vaksin terbanyak berasal dari kelompok rentan secara geospasial dan ekonomi sekitar 3 juta orang. Ada pula kelompok usaha sekitar 2 juta lebih. Selain itu, pemerintah membolehkan 980 ribu lansia tertentu divaksin COVID-19.

(dkp/dkp)