SBY Dinilai Beri Pesan ke Moeldoko 'Kacang Jangan Lupa Kulit'

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 18:02 WIB
Hendri Satrio
Foto: Hensat (istimewa).
Jakarta - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun gunung menangani isu kudeta kepemimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). SBY menyebut nama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) dalam pusaran kisruh kudeta ini.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio (Hensat) menyebut ada keresahan yang ditunjukkan SBY terkait isu kudeta hingga akhirnya turun gunung. Hensat mengungkap tujuan turun gunung SBY.

"Nampaknya memang keresahan yang diterima Pak SBY terhadap Partai Demokrat ini membuat dia turun gunung gitu. Kalau menurut saya sih ada 2 yang dia lakukan tujuannya mengapa turun gunung," kata Hensat kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

Masalah kudeta kepemimpinan AHY menurut SBY dinilai penting. Selain itu, SBY juga dinilai ingin menjaga kehormatan Partai Demokrat.

"Yang pertama adalah memang masalah ini dipandang serius oleh SBY, dan dia tidak ingin masalah ini berlarut-larut sehingga harus dihentikan saat ini. Kemudian, yang kedua dia ingin menjaga marwah Partai Demokrat yang secara kebetulan diketuai oleh anaknya, gitu," ujarnya.

Di sisi lain, SBY juga dinilai turun gunung untuk mengingatkan Moeldoko. Hensat menganalogikan kacang tak lupa kulitnya menggambarkan kegeraman SBY ke Moeldoko.

"Tapi ini sebetulnya adalah kemunculan SBY menurut saya, ini lebih kepada mengingatkan Moeldoko bahwa jangan sampai lupa pada kulitnyalah, kalau jadi kacang gitu. Ibaratanya kan yang mengangkat Moeldoko sebagai Panglima (TNI) kan waktu itukan Pak SBY," ucapnya.

Namun, Hensat menilai isu kudeta ini cenderung semakin menurun dengan kemunculan SBY buka suara. Moeldoko, kata Hensat, dalam posisi tak mengenakan dalam pusaran isu kudeta ini.

"Mungkin kenapa SBY yang langsung turun? Sesama jenderal lebih karena ingin mengingatkan Moeldoko posisi sebelumnya," sebut Hensat.

"Tapi sebetulnya begini, sekarang itu nampaknya sudah lay low isunya, karena memang SBY turun tangan langsung, ini posisi yang tak enak juga buat Pak Moeldoko di mata Pak Jokowi, karena membuat sebuah konflik yang tidak perlu di tengah isu yang banyak sekali harus dihandle KSP, terutama yang ada kaitannya dengan COVID-19," imbuhnya.

Simak Video "SBY Vs Moeldoko: 'Perang' Antar Pensiunan Jenderal":

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/gbr)