Polisi Selidiki Kebakaran Tangki di Ogan Ilir dari Penampung BBM Ilegal

Prima Syahbana - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 16:04 WIB
Kebakaran di Ogan Ilir (Dok Istimewa)
Kebakaran di Ogan Ilir (Foto: dok. Istimewa)
Palembang - Aktivitas dugaan pencurian dan penampungan minyak ilegal menyebabkan kebakaran di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Polisi masih menyelidiki kasus yang menyebabkan 6 rumah terbakar tersebut.

"Masih dalam penyelidikan (penyebab kebakaran)," kata Kapolsek Pemulutan Ogan Ilir AKP Apriyadi ketika dimintai konfirmasi, Jumat (26/2/2021).

Kebakaran itu terjadi di Ibul Barat II, Pemulutan, Ogan Ilir, Sumsel pada Kamis (25/2). Polisi juga mendalami soal informasi aktivitas pencurian minyak hingga menyebabkan kebakaran.

"Kami belum tahu ada pencurian minyak dan penyebab kebakaran," kata dia.

Sebelumnya, kebakaran di Ogan Ilir, Sumsel, diduga berasal dari tangki minyak. Sekitar 6 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Salah satu warga, Fikri (19), mengaku pertama kali melihat kobaran api ketika pemilik mobil minibus membongkar tangki BBM. BBM tersebut mulanya hendak dipindahkan ke tempat penampungan.

"Sebelum kejadian mobil minibus itu memindahkan minyak BBM dari dalam mobil ke penampungan minyak, kegiatan itu juga ilegal," kata Fikri saat ditemui wartawan dekat lokasi kejadian, Kamis (25/2).

Fikri mengaku sedang berada di sekitar lokasi saat kebakaran. Fikri, yang juga tinggal di sekitar lokasi, mengatakan, sebelum kebakaran, terdengar ada suara letupan yang diduga berasal dari mesin genset penyedot BBM.

"Saat lagi nongkrong di pondok itu, tiba-tiba api sudah mulai besar menyambar mobil dan 2 motor dekat tempat asal pertama api," katanya.

Senada dengan Fikri, Desi (54) menyatakan kebakaran tersebut berasal dari tempat penampungan BBM ilegal. Desi pun mengaku rumahnya turut terbakar dalam peristiwa itu.

"Kebakaran tersebut berasal dari tempat bongkar muat minyak ilegal yang meledak, dulu juga pernah begitu sekali, udah sering sih, saya lupa sudah berapa kali. Tapi kali ini rumah saya yang kena imbas." imbuhnya Desi saat di wawancara terpisah.

Desi mengatakan, saat terjadi kebakaran, aliran listrik di sekitar lokasi padam. Namun dia bersama keluarga berhasil menyelamatkan diri.

"Intinya kami minta ganti rugi atas kebakaran rumah kami ini," katanya.

Setidaknya, setelah api berhasil dipadamkan, terpantau sekitar 6 rumah ludes terbakar. Dua korban yang belum diketahui identitasnya alami luka bakar langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut. (jbr/jbr)