Sidang Kasus Nurhadi

Nurhadi Bantah Terima Jam Mewah: Demi Allah 7 Turunan Saya Tak Selamat!

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 16:02 WIB
Penyidik KPK menuntaskan penyidikan eks Sekretaris MA Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiyono. Keduanya pun diketahui akan segera disidang.
Nurhadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Saksi bernama Marieta mengungkapkan, menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, pernah membelikan jam untuk Nurhadi yang harganya mencapai miliaran rupiah. Nurhadi membantah hal itu ketika diperiksa sebagai terdakwa di sidang.

"Terkait dengan keterangan saksi Tata (Marieta) di persidangan menyebutkan bahwa Terdakwa II membeli beberapa jam, dan itu diperuntukkan kepada saudara. Apa benar?" tanya jaksa KPK Wawan Yunarwanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2021).

Dengan suara agak meninggi, Nurhadi pun membantah keterangan saksi Tata itu. Nurhadi pun melontarkan sumpah.

"Demi Allah, demi Allah, tujuh turunan saya tidak selamat. Itu tidak pernah, fitnah itu," bantah Nurhadi tegas.

Nurhadi mengaku akan memberikan sejumlah bukti untuk memastikan keterangan Tata itu adalah kebohongan. Dia juga mengaku akan membawa kesaksian Tata ke ranah hukum.

"Dan saya akan buktikan yang memberi keterangan, akan saya laporkan, dan saya akan buktikan laporan itu, unsurnya terpenuhi," ucap Nurhadi.

"Tujuh turunan saya nggak selamat. Demi Allah," lanjut Nurhadi.

Sebelumnya, Marieta mengungkapkan, Rezky Herbiyono pernah membelikan jam untuk Nurhadi yang harganya mencapai miliaran rupiah. Marieta mengatakan jam miliaran rupiah itu dibeli karena sama dengan yang dipakai Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, yang saat itu menjabat Panglima TNI.

Jaksa kemudian mengungkapkan bahwa jam yang dibeli Rezky untuk Nurhadi, yang sama dengan milik Moeldoko, harganya Rp 1,85 miliar. Rezky membayar jam itu secara bertahap melalui rekannya, Iwan Liman.

"Jam Richard Mille Asia Ghotic untuk keperluan Pak Nurhadi. Harganya di sini Saudara sebutkan Rp 1.850.000.000, betul ya, dibayarkan sebanyak 3 kali, sebesar Rp 500 juta, kemudian Rp 700 juta, kemudian Rp 500 juta. Di sini disebutkan bahwa pembayaran oleh Iwan Liman di 13 Oktober 2015," ucap jaksa, yang dibenarkan Marieta.

Kemudian, Rezky juga membeli jam tangan untuk Nurhadi lagi pada 16 Desember 2015. Rezky membelikan jam Audemars yang harganya Rp 2,350 miliar.

"Di 16 Desember 2015, Rezky beli jam merek Audemars untuk Pak Nurhadi karena Pak Nurhadi ingin coba pakai jam tangan, ini keterangan Saudara tahu dari mana?" tanya jaksa.

"Ya lewat telepon seingat saya. Saya kan tawarin ini 'kita ada jam ini, dia (Rezky) bilang (Nurhadi) mau pakai jam," jawab Marieta saat bersaksi, Kamis (11/2).

Jika ditotal, dua jam tangan yang dibelikan Rezky untuk Nurhadi itu harganya Rp 4,2 miliar. Marieta menyebut pembelian jam untuk Nurhadi ini dibayar Rezky melalui Iwan Liman.

Dalam sidang ini, Nurhadi didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar bersama-sama menantunya, Rezky Herbiyono, terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA. Rezky disebut jaksa menjadi perantara suap Nurhadi. (zap/dkp)