Periksa Ihsan Yunus, KPK Konfirmasi soal Dugaan Pembagian Jatah Bansos

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 10:36 WIB
Anggota DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan, Rakyan Ihsan Yunus tiba di Gedung KPK Jakarta, Kamis (25/2/2020) untuk menjalani pemeriksaan. Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Matheus Joko Santoso dalam perkara korupsi dana bansos.
Anggota DPR F-PDIP Ihsan Yunus di KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK kemarin memanggil anggota DPR F-PDIP Ihsan Yunus terkait kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Corona dengan tersangka Juliari Peter Batubara (JPB) dkk. Penyidik mengkonfirmasi Ihsan terkait adanya dugaan pembagian jatah paket bansos di Kementerian Sosial (Kemensos).

"Ihsan Yunus dikonfirmasi antara lain terkait dengan pengetahuannya mengenai pelaksanaan pengadaan bansos di Kemensos tahun anggaran 2020 dan dikonfirmasi pengetahuannya mengenai adanya dugaan pembagian jatah paket bansos di Kemensos TA 2020," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

Selain itu, penyidik memeriksa Ketua Komisi DPRD Kabupaten Kendal Munawir serta anggota tim pengadaan barang dan jasa bansos sembako COVID-19 Rizki Maulana dan Firmansyah. Terkait Munawir, penyidik mendalami soal aliran uang yang diberikan Juliari ke beberapa pihak di daerah.

"Munawir didalami pengetahuannya terkait adanya dugaan aliran sejumlah uang yang diberikan oleh tersangka JPB ke beberapa pihak di daerah," ujar Ali.

Sementara itu, terhadap Rizki Maulana dan Firmansyah, penyidik mendalami soal proses penunjukan vendor yang diduga telah diatur hingga aliran uang dari tersangka Matheus Joko Santoso (MJS) ke beberapa pihak di Kemensos.

"Keduanya sebagai anggota tim pengadaan barang atau jasa bantuan sosial sembako dalam rangka penanganan COVID-19 didalami pengetahuannya terkait dugaan proses penunjukan vendor yang diduga telah diatur sejak awal sekaligus dikonfirmasi adanya dugaan aliran sejumlah uang dari tersangka MJS ke beberapa pihak di Kemensos RI," jelasnya.

Ali mengatakan keterangan para saksi ini selengkapnya telah tertuang dalam BAP penyidik. Mereka akan kembali dikonfirmasi di depan persidangan yang terbuka untuk umum.

Kasus korupsi bansos Corona ini menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabukke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar. (run/mae)