Unilak Laporkan 4 Mahasiswa ke Polres Pekanbaru Usai Rusak Ruang Rektor

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 10:28 WIB
Aksi yang digelar mahasiswa di gedunh rektorat beberapa waktu lalu
Aksi mahasiswa Unilak beberapa waktu lalu (Foto: dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Empat mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) dilaporkan pihak kampus ke Polresta Pekanbaru. Tiga di antaranya mahasiswa yang diberhentikan alias drop out (DO).

Informasi yang diterima detikcom, empat mahasiswa yang dilaporkan adalah George Tirta, Cep Permana, Cornelius, dan M Fadhillah. Mereka dilaporkan atas perusakan ruang rektor dan fasilitas kampus.

Salah satu mahasiswa yang dilaporkan, George, membenarkan pelaporan tersebut. Mahasiswa semester VIII itu dilaporkan ke Polresta Pekanbaru oleh Rektor, Junaidi.

"Iya (empat mahasiswa dilaporkan), Rektor yang ngelaporin kami," katanya saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (26/2/2021).

Menurut George, mereka yang dilaporkan adalah tiga mahasiswa yang di-DO pihak kampus. Sementara satu adalah rekannya yang juga ikut dalam aksi protes kebijakan Rektor.

"Empat orang (dilaporkan), tiga yang kena keluarkan dan satu yang tidak dikeluarkan," katanya.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Juper Lumban Toruan membenarkan ada empat mahasiswa di Universitas Lancang Kuning dilaporkan. Keempatnya diperiksa hari ini.

"Benar, ada pelaporan oleh Rektor. Empat orang kita panggil hari ini untuk diperiksa di kantor," kata Juper.

Selain empat mahasiswa tersebut, Juper menyebut, kasus ini bisa saja berkembang ke saksi-saksi lain. Tergantung pemeriksaan dari penyidik.

"Bisa saja berkembang tidak hanya empat. Tergantung nanti penyidik," katanya.

Kabag Humas Unilak Revnu O'Hara menjelaskan duduk perkara kasus tiga mahasiswa Unilak diberhentikan alias di-drop out (DO) dari kampus mengkritik kebijakan Rektor. O'Hara mengatakan ketiga mahasiswa itu melakukan tindakan pelanggaran di internal kampus. Salah satunya menggeruduk ruang kerja Wakil Rektor III hingga menyebabkan kursi kerja terbalik.

"Lebih dari satu kali menggeruduk ruang kerja Rektor Unilak dan di dalam ruang rapat Rektor sebagian mahasiswa merokok. Melakukan penyegelan ruang kerja Rektor, memasang spanduk, dan menduduki gedung rektorat lantai 3 selama satu hari hingga mengganggu aktivitas di lingkungan kampus," katanya.

Dalam rangkaian aksi, ketiganya disebut menendang ruang kerja Rektor yang dalam keadaan terkunci hingga pintu rusak. Aksi itu bahkan terekam CCTV kampus.

"Bahkan patut diduga melakukan tuduhan kepada Rektor yang menyatakan orang suruhan Rektor melakukan pemukulan kepada salah satu mahasiswa. Padahal itu tidak benar," katanya.

(ras/isa)