Round-Up

Terbongkarnya Kasus Eksploitasi Anak Bermodus Kenalan di Dunia Maya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 07:34 WIB
Polda Metro membongkar kasus eksploitasi seks anak selama 2 bulan terakhir.
Foto: Polda Metro membongkar kasus eksploitasi seks anak selama 2 bulan terakhir. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya membongkar kasus eksploitasi anak dalam kurun waktu Januari-Februari 2021. Dari 286 korban, 91 di antaranya adalah korban anak di bawah umur.

Para korban ini dieksploitasi secara seksual dan dijual kepada para pria hidung belang. Para korban dijual melalui layanan aplikasi MiChat.

Total ada 15 orang pelaku yang diamankan dalam kasus ini. Para pelaku ini merupakan germo atau 'joki' yang menjadi perantara korban dengan para pria hidung belang.

Polisi menyebut 15 pelaku ini merupakan satu sindikat yang sama. Hingga saat ini Polda Metro Jaya telah menerima 10 laporan polisi (LP).

"Selama tahun 2021 ada 10 LP (laporan polisi) dengan tersangka 15 orang berperan sebagai germo. Korbannya anak-anak di bawah umur, dari 10 LP ada 286 korban yang diamankan. 91 di antaranya anak di bawah umur dan 195 sisanya orang dewasa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Polisi mengungkap 91 korban anak di bawah umur ini awalnya berkenalan dengan pelaku melalui media sosial. Para pelaku diketahui kerap mengintai calon korbannya tersebut dengan 'berselancar' di dunia maya.

Usai menemukan anak yang dinilai bisa dijadikan korban prostitusi, pelaku menggunakan segala cara untuk memperdaya korban. Mayoritas para korban diiming-imingi uang hingga dijadikan pacar.

Korban yang terpedaya kemudian diajak pelaku menginap di sebuah hotel. Saat itulah korban kemudian dijual kepada para pelanggan layanan prostitusi online tersebut.

Selidiki Korban Lain

Yusri mengatakan total ada 286 korban prostitusi yang ikut diamankan polisi dari praktik prostitusi tersebut. Dari 286, setidaknya ada 91 korban yang masih berstatus anak di bawah umur.

Polisi memastikan penyelidikan untuk mengungkap korban lainnya tidak akan berhenti di angka tersebut. Polisi kini terus mendalami terkait indikasi masih adanya anak lain yang menjadi korban prostitusi dari sindikat tersebut.

"Kami akan mendalami terus apakah ada LP (laporan polisi) dari tahun sebelumnya terkait eksploitasi anak apakah ada kemungkinan korban lain. Karena ini baru di Januari sampai Februari 2021 ada 286 korban," ungkap Yusri.

Lihat juga video 'Ajak Bayi 2 Tahun Ngemis, Bapak Ini Diamankan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2