Round-Up

Kisah Rencana Djoko Tjandra Bertemu Ma'ruf Amin Dibantah Mentah-mentah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 06:48 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Djoko Tjandra tiba-tiba berkisah mengenai rencana bertemu Ma'ruf Amin di Malaysia. Cerita Djoko Tjandra dalam persidangan itu dibantah mentah-mentah oleh Istana Wakil Presiden.

"Nggak ada itu, jadi itu Wapres tidak ada urusan hal-hal seperti itu dan tidak pernah ada hal yang cerita seperti itu. Itu saya nggak ngerti ada cerita seperti itu. Saya kira nggak ada hubungan," kata Juru Bicara Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Cerita yang dibantah Masduki itu awalnya dilontarkan oleh Djoko Tjandra dalam sidang dakwaannya mengenai fatwa Mahkamah Agung. Djoko Tjandra didakwa memberikan suap senilai USD 500 ribu kepada Pinangki Sirna Malasari.

Uang itu diberikan melalui Andi Irfan Jaya dengan maksud agar Pinangki sebagai jaksa di Kejaksaan Agung (Kejagung) mengupayakan Djoko Tjandra yang saat itu menjadi buronan perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali untuk tidak dieksekusi ketika pulang ke Indonesia dengan fatwa dari Mahkamah Agung (MA).

Cerita Djoko Tjandra itu terungkap saat jaksa Kejagung bertanya tentang hubungan Djoko Tjandra dengan seorang dari pihak swasta bernama Rahmat. Djoko Tjandra menjelaskan awal bertemu Rahmat dalam acara ICMI pada tahun 2018 saat pembebasan Anwar Ibrahim.

"Saat itu ada tim ICMI zamannya ayah angkatnya Pak Rahmat itu mereka semua merasa dekat sama Pak Anwar Ibrahim yang saat itu di-hidden oleh raja di Malaysia sehingga beliau keluar dari penjara, teman-teman dekat Pak Anwar semua datang, welcome beliau. Di situ saya bertemu (Rahmat), karena waktu itu teman-teman di ICMI saya semua kenal. Di situ saya ketemu namanya Rahmat juga di situ," jelas Djoko Tjandra dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021).

Tiba-tiba Djoko Tjandra mengaku pernah ditelepon Rahmat. Pembicaraan mereka terkait pertemuan Djoko Tjandra dengan Ma'ruf Amin, namun pertemuan itu tak pernah terjadi.

"Saya tidak pernah menyampaikan (masalah hukum) tapi mereka tahu. Saya nggak tahu persis, tapi beliau beberapa kali telepon saya, saat itu minta untuk saya bersedia menemui kyai... Pak Rahmat. Mereka mau datang ke KL (Kuala Lumpur)," kata Djoko Tjandra.

"Dia telepon saya, Pak Djoko kita mau ke Malaysia karena ada kunjungan kerja, beliau bilang Pak Kyai, panggilannya, Abah mau ke KL, yaitu yang sekarang jadi Wapres kita, mau ke KL. 'Pak Djoko bersedia ketemu', 'oh dengan senang hati', waktu tidak ditentukan kapan, itu saya dengar lagi badannya kurang enak badan, jadi nggak jadi datang," lanjutnya.

Lihat juga video 'Brigjen Prasetijo Ngaku Terima USD 20 Ribu dari Tommy Sumardi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2