Kasus Nakes Pria Mandikan Jenazah Wanita COVID Disetop, Ini Respons Polisi

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 16:09 WIB
Ilustrasi Tenaga Kesehatan
Ilustrasi Tenaga Kesehatan (Fuad Hashim/detikcom)
Medan - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar menghentikan tuntutan terhadap kasus 4 tenaga kesehatan (nakes) tersangka kasus memandikan jenazah wanita positif COVID-19 di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut). Apa tanggapan polisi?

"Ya itu keputusan dan ranah kejaksaan. Sah saja," kata Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binangga Siregar, saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (25/2/2021).

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan penghentian tuntutan merupakan kewenangan jaksa. Polisi, disebut Hadi, melakukan proses penegakan hukum berdasarkan ketentuan hukum berlaku.

"Penghentian tuntutan merupakan kewenangan jaksa atas penilaian terhadap berkas perkara. Penyidik kepolisian dalam melakukan proses penegakan hukum didasarkan ketentuan hukum yang berlaku untuk membuat terang suatu peristiwa pidana melalui pengumpulan alat bukti untuk menemukan tersangka. Proses ini di samping aturan hukum pidana juga diatur dalam mekanisme lidik dan sidik di internal Polri," sebut Hadi.

Hadi menambahkan, dalam penetapan tersangka, penyidik juga mengacu pada bukti permulaan. Kemudian, juga asas praduga tidak bersalah.

"Dalam penetapan tersangka terhadap peristiwa pidana, maka penyidik mengacu pada bukti permulaan yang cukup, yakni minimal 2 alat bukti. Kita mengenal asas praduga tidak bersalah dalam proses penegakan hukum, untuk itu pelaku tindak pidana dinyatakan bersalah merupakan kewenangan pengadilan yang memeriksa suatu peristiwa pidana, termasuk untuk menilai alat bukti dalam hal penetapan tersangka dimaksud. Hal ini tentunya harus didasarkan pada tuntutan dan dakwaan yang dilakukan penuntut umum di dalam persidangan," ujarmya.

Sebelumnya, empat nakes di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar jadi tersangka terkait kasus memandikan jenazah wanita positif Corona. Mereka dijerat dengan UU tentang Praktik Kedokteran dan Penistaan Agama.

Polisi pun kemudian melimpahkan berkas kasus 4 nakes tersangka kasus memandikan jenazah wanita positif Corona itu ke jaksa. Jaksa kemudian menahan keempatnya dengan status sebagai tahanan kota.

Kemudian, pada hari Rabu (24/2), Kejari Pematangsiantar menghentikan tuntutan terhadap kasus itu. Penghentian itu dilakukan penuntut umum karena tidak terdapat cukup bukti.

"Ya benar. Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar telah menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2). Tadi siang mereka keluarkan," kata Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, dimintai konfirmasi, Rabu (24/2).

Simak juga Video: Penjelasan Kemenkes soal Nakes Positif COVID-19 Usai Divaksinasi

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)