Polda Metro Akan Setop Penyidikan Kasus ITE yang Jerat Pengurus IPW

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 14:09 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pelapor telah mencabut laporan soal ITE terhadap Ketua Bidang Investigasi Indonesia Police Watch (IPW), Josep Erwiantoro, setelah adanya mediasi. Dengan pencabutan pelaporan terhadap Joseph Erwiantoro ini, Polda Metro Jaya akan segera menghentikan penyidikan perkara tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dengan dicabutnya laporan tersebut, status tersangka Joseph Erwiantoro juga akan dicabut.

"Cabut semuanya (status tersangka). Semua pasti akan kita SP3. Nanti kita gelarkan," ujar Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Yusri mengatakan pihak pelapor dan tersangka Joseph Erwiantoro telah dimediasi. Mediasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Kapolri terkait penanganan kasus UU ITE yang mengedepankan restorative justice system.

"Tadi malam pelapor dan terlapor telah difasilitasi oleh penyidik untuk dilakukan mediasi karena memang sesuai surat edaran Pak Kapolri kita kedepankan restorasi justice dengan mengedepankan persuasif dan mediasi. Setelah kita mediasi tadi malam, terjadi perdamaian sehingga pelapor melakukan pencabutan terhadap terlapor," beber Yusri.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan pelaporan terhadap Joseph Erwiantoro telah dicabut oleh pelapor. Pencabutan laporan itu dilakukan lantaran kepolisian melakukan upaya mediasi antara pelapor dan Joseph.

"Kemarin setelah dilakukan mediasi, pelapor mencabut laporannya. Ini tetap surat edaran Bapak Kapolri sudah diterapkan oleh Ditreskrimsus PMJ. Jadi ada laporan, kita lakukan mediasi. Kalau mediasi berhasil dan ada cabut laporan, kenapa tidak?" ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (24/2/2021).

Argo mengatakan laporan polisi itu sudah ada sejak Juni 2020 di Polda Metro Jaya. Pelapor yang merasa difitnah merasa namanya jadi tercemar di dunia digital sehingga menjerat Joseph dengan UU ITE.

"Kemarin di Polda Metro Jaya itu ada laporan polisi pada tanggal 10 Juni 2020 berkaitan dengan pencemaran nama baik lewat Facebook atau medsos yang pelapornya karyawan PSSI. Kemudian di sana melaporkan bahwa ada judul berita itu, 'Banyak Semut Rangrang, Karyawan Lupa Digaji'. Di sini dalam posting-an itu juga pelapor difitnah. Ini menurut mereka ya. Itu dengan tuduhan menerima uang sebesar Rp 700 juta dari Ketua PSSI. Dan ini pencemaran nama baik melalui media elektronika," paparnya.

Bahkan kasus tersebut juga sempat naik ke tahap sidik. Argo menyatakan sudah ada pemeriksaan saksi dalam kasus itu.

Namun, dengan adanya surat edaran (SE) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang penanganan kasus UU ITE, polisi melakukan mediasi di antara kedua belah pihak.

Simak Video: Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Pengurus IPW Berakhir Damai

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mei)