Unik! Klinik Herbal di Bandung Bebaskan Pasien Curhat Sepuasnya

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 11:28 WIB
Klinik pengobatan herbal di Bandung
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Kabupaten Bandung -

Ada yang unik dari sebuah klinik di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di Klinik tersebut pasiennya dibebaskan untuk cerita panjang lebar alias curhat mengenai riwayat dan keadaan penyakitnya. Klinik Tanaman Obat (KTO) Sari Alam memberikan layanan pengobatan memanfaatkan ramuan herbal.

Delvi Tri Apriantini, anak dari pemilik KTO Sari Alam yang juga seorang apoteker di klinik tersebut menjelaskan ada tiga tahapan pengobatan yang dilalui pasien. Pertama kali datang, pasien akan bertemu dengan refleksiolog yang tak lain ayah Delvi, Djajat Sudrajat.

Pada tahapan pertama, Djajat akan memeriksa kondisi pasien dengan menggunakan metode refleksi. Delvi menerangkan metode ini dilakukan guna memastikan penyakit yang diidap pasien.

"Saat diperiksa oleh papa itu, penyakit-penyakitnya ketahuan. Ada pasien yang suka menguji, apakah hasil pemeriksaan (refleksi) sama dengan diagnosa dokter. Dia (pasien) sengaja nggak kasih hasil lab dokternya dulu. Pas diperiksa sama papa ternyata sama hasilnya dengan dokter," ulas Delvi saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Setelah diketahui penyakitnya, pasien dibawa bertemu dengan herbalis KTO Sari Alam, Oday Kodariyah, ibu dari Delvi. Di tahap ini, Oday akan mengajak pasien untuk terbuka, bercerita mengenai gaya hidup yang mungkin menjadi penyebab penyakitnya. Pasien juga dibuat senyaman mungkin agar tak sungkan untuk bercerita jika memang punya permasalahan yang menimbulkan stres hingga jadi penyakit, seperti maag, gerd, hipertensi.

Menurut Delvi saat pasien diajak 'sesi curhat' mereka baru bisa mengeluarkan permasalahannya. Mungkin urusan rumah tangga, pekerjaan, dan sebagainya. Hal itu penting untuk menelusuri akar penyakit mereka. Tak masalah jika pasien cerita panjang lebar, malahan hal itu baik untuk kesehatan mereka.

"Kita di sini nggak sekadar orang bilang sakitnya apa lalu dikasih obat, enggak begitu. Pertama diperiksa sama papa, jadi ketahuan jelas penyakitnya apa. Baru habis itu sama mamah. Nah, di mama itu nggak cuma dijelasin sakitnya apa, tapi diajak ngobrol dicari tahu apakah itu karena lifestyle atau ada masalah lain. Jadi satu orang itu bisa dua jam konsultasi," jelas Delvi.

Untuk diketahui, pengobatan KTO Sari Alam membantu pasien menyembuhkan penyakit ringan sampai berat, seperti maag, hingga kanker. Tanaman yang digunakan pun berbagai macam,seperti cakar ayam (Selaginella doederleinii hieron), rumput mutiara (Hedyotis corymbose), pegagan (Centella asiatica), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), dan sebagainya.

Oday tak sembarangan merekomendasikan obat herbal kepada orang-orang yang berobat kepadanya. Dia memang memiliki latar belakang pendidikan yang mendukung, yakni sertifikasi sebagai herbalis profesional.

Jika penyakit dan latar belakang kesehatan fisik dan psikis pasien telah diketahui, barulah Delvi membuatkan ramuan herbal untuk pasien. Sebelum memberi obat, Delvi memastikan dulu pasien bersedia menjalani pengobatan dengan telaten. Dijelaskannya pengobatan dengan herbal tidaklah instan. Pasien harus bisa tahan mengonsumsi obat-obatan yang punya rasa pahit, mengikuti anjuran yang diberikan, seperti pantang makanan, istirahat cukup, dan lainnya.

Obat herbalObat herbal Foto: Agung Pambudhy/detikcom

"Obatnya dibuat benar-benar disesuaikan dengan (kebutuhan) pasien. Obatnya diracik dari satu tanaman satu tanaman. Pasien dengan sakit yang sama obatnya bisa saja berbeda. Kalau ada dua orang maag, nggak bisa dikasih obat yang sama," ulas Delvi.

Mengingat panjangnya proses pengobatan tersebut, KTO Sari Alam membatasi jumlah pasien dalam sehari, yakni maksimal lima orang. Sehingga pasien yang datang mendadak (walk in) tidak dapat dilayani.

Sekadar diketahui, untuk melancarkan bisnis tanaman obatnya, Delvi mengajukan pinjaman modal ke BRI unit Pasirjambu. Ia memanfaatkan fasilitas KUR BRI untuk pendanaan bisnis tanaman obatnya.

"Untuk pebisnis pemula (BRI) bisa jadi bank rekomendasi yang sangat baik untuk membantu usaha kita," ungkapnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.

(prf/ega)