Menlu Retno: Keinginan Rakyat Myanmar Harus Didengarkan

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 10:54 WIB
Kemlu
Foto: dok. Kemlu
Jakarta -

Pemerintah Indonesia turut berkontribusi mengatasi situasi di Myanmar demi kepentingan rakyat Myanmar. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menegaskan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar adalah prioritas utama dan kehendak mereka harus didengarkan.

"Keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar merupakan hal utama yang harus dilindungi, keinginan rakyat Myanmar harus didengarkan," kata Retno dalam keterangan tertulis, Kamis (25/2/2021).

"Indonesia concerned terhadap perkembangan situasi di Myanmar. Kemudian safety and well being of the people menjadi prioritas nomor satu. Oleh karena itu, kita meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan untuk menghindari kemungkinan terjadinya korban dan pertumpahan darah," imbuhnya.

Retno juga menyampaikan Indonesia terus menekankan pentingnya proses transisi demokrasi di Myanmar yang inklusif. Oleh karena itu, perlu adanya kondisi yang kondusif berupa dialog, rekonsiliasi, dan pembangunan kepercayaan.

"Saya juga menyampaikan bahwa Indonesia akan bersama dengan rakyat Myanmar," tegasnya.

Salah satu bentuk upaya Indonesia membantu mengatasi situasi di Myanmar diwujudkan dalam shuttle diplomacy yang dilakukan Menlu Retno dengan negara-negara ASEAN serta negara-negara kunci lainnya. Menurutnya pelaksanaan shuttle diplomacy bukan hal mudah dilakukan di masa pandemi.

"Namun demikian, hal ini tetap dilakukan oleh Indonesia mengingat adanya prinsip-prinsip yang perlu ditegakkan dan keinginan kuat untuk terus berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan. Indonesia memilih untuk tidak berdiam diri. To do nothing is not an option," kata Retno.

Sebelumnya, Indonesia juga telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak, seperti Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei, Vietnam, Laos, Kamboja, AS, Australia, Jepang, China, Inggris, India, dan utusan khusus sekjen PBB. Komunikasi akan terus dilanjutkan dengan pihak yang relevan, seperti sekjen PBB dan mantan perdana menteri Australia yang menjadi ketua Global Leadership Forum dan Asia Society. Sementara dengan Myanmar, komunikasi juga dijalin Indonesia dengan berbagai pihak, termasuk pihak militer dan CRPH (Committee of Representing Pyidaungsu Hluttaw).

"Berbicara dengan semua pihak, menjalin komunikasi, berkonsultasi, selalu dilakukan Indonesia dengan tujuan utama dapat memberikan kontribusi untuk menangani masalah yang sedang berkembang," tandasnya.

(prf/prf)