Round-Up

Perjalanan Kasus Nakes Mandikan Jenazah Wanita Hingga Dihentikan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 08:01 WIB
Petugas medis melakukan simulasi pembersihan diri (dekontaminasi) pasca bertugas di kawasan Puskesmas Duri Pulo, Jakarta Pusat, Jumat (2/10).
ilustrasi tenaga kesehatan (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Pematangsiantar -

Kejaksaan Negeri Pematangsiantar menghentikan kasus tenaga kesehatan pria memandikan jenazah wanita yang positif COVID-19. Kasus tersebut dihentikan karena tidak memenuhi cukup bukti.

"Ya benar. Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar telah menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2). Tadi siang mereka keluarkan," kata Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, dimintai konfirmasi, Rabu (24/2/2021).

"Dengan alasan penghentian penuntutan itu tidak terdapat cukup bukti. Itulah alasan penuntut umum menghentikan penuntutannya," sebut Sumanggar.

Lantas bagaimana perjalanan kasus keempat nakes yang memandikan jenazah wanita COVID-19 hingga kasusnya disetop?

Keempat nakes itu bekerja di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut). Kasus ini sudah bergulir sejak September 2020 lalu yang mana pertama kali terungkap oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Iya. Itulah mereka laki-laki. Karena suaminya nggak terima, menyampaikan ke kita, itulah semalam kita panggil rumah sakitnya ke kantor MUI," kata Ketua MUI Kota Pematangsiantar, Muhammad Ali Lubis, Kamis (24/9/2020).

Pihak rumah sakit pun menjelaskan bahwa mereka terpaksa menggunakan nakes laki-laki karena keterbatasan nakes perempuan untuk memandikan jenazah wanita itu. Ali menjelaskan peristiwa itu tidak sesuai dengan tata cara memandikan jenazah sesuai hukum Islam.

"Nggak boleh jenazah perempuan dimandikan laki-laki, kecuali suaminya atau mahramnya," tutur Ali.

Simak juga video 'Penjelasan Kemenkes soal Nakes Positif COVID-19 Usai Divaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2