Round-Up

Pembelaan dan Sindiran soal Kerumunan di Kunjungan Jokowi

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 05:48 WIB
Jokowi Maumere
Kerumunan di kunjungan Presiden Jokowi (dok. 20detik)

Berdasarkan video yang ditontonnya, dr Tirta menyebut Jokowi sudah berusaha menenangkan dan mengingatkan soal protokol kesehatan kepada warga yang tetap mengerubungi mobil presiden. Dia juga membela aksi Jokowi menyapa warga dari atap mobil.

"Nggak mungkin mobil terus melaju kan? Satu-satunya cara agar bubar, ya, mau nggak mau Pakde keluar dari atap, dan menyapa dan meminta warga kembali ke rumah masing-masing. Ini menjadi refleksi agar tim protokoler lebih berhati-hati mengatur agenda dan alur massa di lapangan ketika kegiatan Pak Jokowi. Atas kejadian ini, pihak Biro Pers Istana juga sudah klarifikasi. Semoga ke depannya istana lebih selektif jika agenda Pak Presiden di lapangan, karena antusiasme warga yang sangat besar," jelas dokter Tirta.

Partai koalisi Pemerintah, PPP sepakat bahwa kerumunan tersebut merupakan bentuk spontanitas masyarakat. PPP menilai tak ada kesengajaan dari Presiden Jokowi menciptakan kerumunan.

"Kalau dilihat dari situasinya, tidak ada unsur kesengajaan ya karena spontanitas. Selain itu, rombongan presiden sudah divaksin dan lolos pemeriksaan kesehatan. Karena presiden itu tidak setiap saat berkunjung, maka naluriah masyarakat ingin mengabadikannya tidak mau kehilangan momentum. Setidaknya satgas COVID harusnya lebih aktif melakukan pencegahan dan mengantisipasi bakal menumpuknya warga" kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek kepada wartawan.

Partai koalisi lainnya, PKB menyebut kerumunan di Maumere adalah sebuah kewajaran. Jazilul menyebut kerinduan warga NTT terhadap Jokowi membuat terabaikannya physical distancing.

"Itu peristiwa spontan dan wajar, memang rasa rindu sulit dikoordinir. Kami dapat memahami kerinduan warga NTT kepada Pak Jokowi dan begitu juga Pak Jokowi. Rasa rindu dapat melupakan adanya social distancing. Kami berharap agar mereka yang hadir dicek kesehatannya kembali supaya tidak menjadi klaster penularan COVID-19," kata Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid saat dihubungi.

Pembelaan tak terkecuali datang dari organisasi pendukung Presiden Jokowi yakni JoMan. JoMan angkat bicara setelah politisi Partai Gerindra menyamakan kerumunan Presiden Jokowi di Maumere, Sikka, NTT dengan Habib Rizieq Shihab sepulang dari Arab Saudi.

"Harusnya Fadli bisa melihat kehadiran rakyat di Maumere adalah spontanitas. Tidak ada seruan, tidak ada persiapan. Tidak ada mobilisasi," kata Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer kepada wartawan.

Noel, sapaan Immanuel, menambahkan peristiwa di Maumere berbeda dengan kehadiran massa yang menjemput Habib Rizieq di bandara. Saat itu, kata Noel, ada kampanye di media sosial berupa seruan agar massa hadir.

"Persiapan FPI matang. Kampanye beredar luas. Jadi beda dong dengan spontanitas rakyat yang hadir di Food Estate Maumere," ucap Noel.

Simak kritikan-kritikan terkait kerumunan Presiden Jokowi di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4