SBY Bicara Keadilan, Singgung Dituduh Tunggangi-Biayai Aksi 212

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 21:38 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
SBY (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara mengenai keadilan. Sejumlah peristiwa disinggung olehnya, mulai dari disebut membiayai Aksi 212 pada 2016 hingga soal bendera partainya dirobek-robek.

SBY awalnya menceritakan kediamannya di Kuningan, Jakarta Selatan, digeruduk massa. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi menjelang pencoblosan Pilgub DKI 2017, yang kala itu putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi salah seorang calon gubernur.

"Dulu, di tahun 2017, ketika tengah digelar Pilkada Jakarta, dan AHY menjadi salah satu calon gubernur, rumah saya di Kuningan digeruduk oleh ratusan massa. Sebenarnya banyak yang tahu siapa penggerak dari aksi penggerudukan itu. Namun, hingga kini, keadilan tidak pernah datang," kata SBY dalam sebuah video, Rabu (24/2/2021).

"Satu hari menjelang pemungutan suara Pilkada Jakarta 2017, saya kembali mendapatkan fitnah yang kejam, yang dilakukan oleh seseorang yang dekat penguasa. Ketika saya gunakan hak saya untuk mengadukan pemfitnah itu ke pihak kepolisian, keadilan yang saya harapkan juga tidak pernah tiba," imbuhnya.

Peristiwa selanjutnya yang diulas SBY, yakni perihal perobekan bendera Partai Demokrat pada Desember 2018. Dia mengaku saat itu memerintahkan kadernya untuk tidak melakukan aksi balas dendam.

"Kemudian, pada bulan Desember 2018 ketika saya tengah menghadiri kegiatan Partai Demokrat di Pekanbaru, ratusan bendera dan baliho yang ada foto saya dan foto almarhumah Ibu Ani direbahkan, dirobek-robek dan dibuang ke selokan-selokan," ucap SBY.

"Di tengah rasa kesedihan dan kemarahan kader Demokrat di Riau, sambil secara tegas saya larang mereka melakukan pembalasan, yang sangat ingin mereka lakukan demi kehormatan partai. Waktu itu yang kami harapkan hanyalah tegaknya hukum dan keadilan. Sayang, keadilan itu hanyalah sebuah harapan," sambung dia.

Soal SBY dituduh menunggangi Aksi 212 ada di halaman berikutnya.

Simak video 'Bicara Kudeta, SBY: Yang Dilakukan Moeldoko di Luar Pengetahuan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2