Wantannas Dorong Sektor Pertanian-Perkebunan di Sumsel Diperkuat

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 20:58 WIB
Pemprov Sumsel
Foto: Dok. Pemprov Sumsel
Jakarta -

Deputi Pengembangan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas), Marsda TNI, Sungkono bersama tim akan mendorong sektor pertanian dan perkebunan Sumsel untuk memperkuat ketahanan nasional. Hal itu diungkapkannya saat Pengkajian Daerah (KAJIDA) dengan tema 'Revitalisasi Industri Karet Rakyat dalam rangka Penguatan Ketahanan Ekonomi Daerah di Sumsel'.

Sungkono memaparkan keberadaan Wantannas untuk membantu presiden dalam menyelenggarakan gerakan pembinaan ketahanan nasional guna menjamin pencapaian tujuan dan kepentingan nasional Indonesia. Ia menyebut pihaknya juga bertugas memberikan saran masukan untuk mendongkrak perekonomian apalagi di masa pandemi.

"Kita konsen pada sektor pertanian dan perkebunan Sumsel. Yang bisa kita dorong untuk menjadi isu nasional, akan kita dukung sehingga dapat menjadi ketahanan nasional," ungkap Sungkono dalam keterangan tertulis, Rabu (24/2/2021).

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir. H Mawardi Yahya menyebut ketahanan pangan sangat penting bahkan sama pentingnya dengan persenjataan sebagai salah satu alat pertahanan negara.

"Ketahanan negara tidak cukup hanya senjata saja. Tetapi urusan pangan ini masalah sangat penting," ungkap Mawardi.

Menurutnya, Pemprov Sumsel terus berupaya dalam mendorong petani agar tetap tangguh di tengah pandemi COVID-19 melalui upaya penguatan ketahanan ekonomi daerah.

"Di masa pandemi ini semua sektor terdampak. Yang masih tangguh di Sumsel ini sektor pertanian. Nah ini perlu kita dorong agar terus bertahan (survive)," paparnya.

Dia memaparkan ada sejumlah persoalan yang terjadi utamanya terkait dengan komoditi karet yang luasannya di Sumsel melebihi angka 1 juta hektare.

"Artinya pas sekali kehadiran dari Tim Kajian Daerah Sekjen Dewan Ketahanan Nasional datang ke Sumsel terkait kajian masalah karet ini," tambahnya.

Di kesempatan ini Mawardi juga menyebut selama ini warga Sumsel banyak dirugikan karena tidak memiliki pelabuhan Samudera, sebab komoditi asal Sumsel jika dibawa keluar harus melalui pelabuhan yang ada di Lampung. Akibatnya produk Sumsel tidak dikenal di luar.

"Alhamdulillah, tidak lama lagi akan segera dibangun Pelabuhan Tanjung Carat, kita yakin jika pelabuhan ini sudah selesai akan membawa dampak positif bagi daerah ini. Komoditi kita akan dapat diekspor melalui pelabuhan kita sendiri," tandasnya.

Saksikan juga 'Kampung Tematik Mulyaharja, Wisata Pertanian di Kaki Gunung Salak':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)