Menaker Galang Dukungan ASEAN OSHNET Atasi Dampak Pandemi COVID-19

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 18:05 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menggalang dukungan ASEAN Occupational Safety and Health Network (ASEAN-OSHNET) atau Jejaring Keselamatan dan Kesehatan Kerja negara-negara anggota ASEAN dalam menghadapi dampak pandemi
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menggalang dukungan ASEAN Occupational Safety and Health Network (ASEAN-OSHNET) atau Jejaring Keselamatan dan Kesehatan Kerja negara-negara anggota ASEAN dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19, terutama di sektor ketenagakerjaan.

"Keberadaan ASEAN OSHNET memiliki banyak potensi dalam menciptakan dan melakukan berbagai aktivitas untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan dari kondisi pandemi ini," kata Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (24/2/2021).

Hal itu diungkapkannya pada acara Workshop On The Prevention And Control Of Covid-19 At The Workplace For Sustainable Business secara hybrid meeting di Jakarta. Ida berharap workshop ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan Deklarasi Pertemuan KTT ASEAN dalam penyakit Coronavirus 2019 yang disepakati pada bulan April 2020. Workshop ini juga kembali menegaskan Pernyataan Bersama Menteri Ketenagakerjaan ASEAN dalam Menanggapi Dampak Coronavirus Disease 2019 pada bulan Mei 2020.

Ida mengatakan untuk menanggulangi dampak COVID-19, terutama di sektor ketenagakerjaan, Kemnaker terus berkomitmen untuk membangun lingkungan tempat kerja yang aman dan nyaman untuk pekerja di Indonesia. Hal ini untuk memastikan keamanan bekerja bagi pekerja di Indonesia sebagaimana telah diatur dalam pernyataan bersama ALMM ke-26 Komunike dan juga ALMM Plus Tiga ke-11.

"Saya percaya kolaborasi dari mitra ini menjadi kesempatan besar untuk memperkuat kerja sama guna pemulihan yang terus berlanjut yang dilakukan bersama-sama negara-negara ASEAN dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran COVID-19 di tempat kerja untuk keberlanjutan bisnis di wilayah ASEAN," kata Ida.

"Saya juga mendorong kerja sama ASEAN OSHNET dalam membangun daya saing, ketahanan, dan peningkatan kompetensi Pekerja ASEAN untuk pekerjaan di masa depan, dan juga bersama-sama menghadapi dampak buruk dari potensi pandemi, krisis ekonomi atau alam bencana di masa depan," imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang mengatakan workshop ini bertujuan memberikan kesempatan kepada negara anggota ASEAN untuk berbagi informasi dan pengalaman tentang pencegahan dan pengendalian penyebaran COVID-19 di tempat kerja. Hal itu sebagai bagian dari upaya perlindungan bagi pekerja, mewujudkan kerja layak, serta merencanakan keberlangsungan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing Negara ASEAN.

"Momen ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya sebagai upaya meningkatkan kerja sama yang erat antara negara-negara anggota ASEAN dan mitra ASEAN dengan mengedepankan semangat kebersamaan, khususnya di bidang keselamatan dan kesehatan kerja," kata Haiyani.

Workshop ini yang juga merupakan salah satu dukungan terhadap program kerja keketuaan Menteri Ketenagakerjaan pada Forum ASEAN bidang Ketenagakerjaan tahun 2020-2022. Workshop ini menghadirkan pembicara dari seluruh ASEAN OSHNET, ASEAN + 3 Country (Jepang, Cina dan Korea), Statistical, Economic and Social Research and Training Center for Islamic Countries (Sesric), dan ILO serta diikuti oleh pemangku kepentingan dari negara ASEAN, Pejabat Tinggi Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Ketenagakerjaan tingkat Provinsi, dan perusahaan serta pemangku kepentingan terkait.

Hadir sebagai pembicara utama ASEAN OSHNET Chair; Deputy Director General of Labour Management; Ministry of Labour and Social Welfare of Lao PDR, Khamphat Onlasy; dan Deputy Secretary General of ASEAN Socio-Cultural Community, Kung Phoak.

Simak video 'Menaker Beberkan Penyebab 247.000 Penyandang Disabilitas Menganggur':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)