Niat dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh bulan Rajab 1442 Hijriah

Rosmha Widiyani - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 17:44 WIB
this kind of photos used as greeting cards for ramadan month and eid, also as a background for some holy book words
Foto: iStock/Niat dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh bulan Rajab 1442 Hijriah
Jakarta -

Hari Kamis (25/2/2021) ternyata bertepatan dengan 13 Rajab 1442, yang merupakan waktu tepat bagi muslim yang ingin melaksanakan puasa ayyamul bidh. Allah SWT menjanjikan keutamaan bagi hambaNya yang melakukan puasa sunah ini.

Puasa ayyamul bidh di bulan Rajab 1442 H dilaksanakan pada 25-27 Februari 2021. Ibadah dilaksanakan tiga hari pada 13-15 Rajab 1442 Hijriah. Seperti ibadah lain, pelaksanaan puasa ayyamul bidh diawali niat

Bacaan niat puasa ayyamul bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah ta'ala."


Dalam berbagai hadist, Nabi Muhammad SAW menjelaskan berbagi keutamaan puasa ayyamul bidh. Berikut beberapa hadistnya

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Artinya: "Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, mengerjakan shalat witir sebelum tidur." (HR Bukhari).

Selain menjadi wasiat, pelaksanaan puasa ayyamul bidh seperti puasa sepanjang tahun

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: "Puasa pada tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Bukhari).

Begitu istimewanya puasa ayyamul bidh, Rasulullah SAW dikisahkan tidak pernah meninggalkan ibadah ini dalam berbagai keadaan

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar." (HR An Nasai).

Bulan Rajab dalam kalender Islam memiliki posisi yang istimewa. Dalam hadistnya, Rasulullah SAW menjelaskan keistimewaan bulan Rajab seperti diceritakan Abu Bakroh

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya: "Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo'dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya'ban." (HR Bukhari)

Dengan posisi bulan Rajab yang istimewa maka tak ada alasan bagi muslim untuk tidak melakukan puasa ayyamul bidh, demi mendapatkan keutamannya atas izin Allah SWT.

(row/erd)