PD Copot Ketua DPC Blora yang Terbukti Aktif Terlibat Kudeta AHY

Rahel Narda - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 16:18 WIB
HERMAN KHAERON
Ketua BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) terus melakukan pendalaman kepada para kader terkait isu kudeta atau gerakan pengambilalihan kepemimpinan (GPK) PD kepada para kader. PD telah memanggil dan memberi sanksi kepada sejumlah kader aktif yang terlibat.

"Beberapa kader dan ketua DPC telah kami panggil dan masih berlangsung ke DPP untuk memberikan keterangan yang intinya mereka (GPK PD) mengadu domba dan menebar fitnah serta berita bohong (hoax) dan tentu ada yang sudah diberi sanksi karena terbukti secara aktif dan melanggar AD/ART dan etika partai," kata Ketua BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

"Sampai saat ini kami masih terus menggali keterangan dari berbagai daerah," sambungnya.

Menurut Herman, salah satu kader aktif yang terlibat dan sudah dikenakan sanksi adalah Ketua DPC PD Kabupaten Blora. Herman menyebut jabatan Ketua DPC PD Kabupaten Blora telah digantikan menjadi pelaksana tugas atau plt.

"Ketua DPC Kabupaten Blora sudah kami plt, yang lain sedang proses, dan memang sedikit saja yang terlibat secara aktif," ujarnya.

Lebih lanjut Herman juga mengatakan sejumlah kader nonstruktural PD juga tengah diinvestigasi oleh Dewan Kehormatan PD. Ia meminta semua pihak menunggu hasil investigasi Mahkamah Partai Demokrat terkait isu kudeta itu.

"Kita tunggu saja, kami sedang menuntaskan klarifikasi dan investigasi secara komprehensif," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah kader PD, termasuk Jhoni Allen Marbun, yang terlibat dalam isu kudeta partai, masih diproses internal. Partai Demokrat menerima masukan agar kader yang terlibat diberi sanksi pemecatan.

"Masih dalam proses di internal kami. Memang kader-kader militan dari seluruh Indonesia, para pemilik suara yang sah, sudah mendesak terus juga agar para pelaku GPK PD yang masih tercatat sebagai kader Partai Demokrat, untuk dipecat segera. Mereka tidak rela kalau para pengkhianat di partai ini masih satu atap dengan mereka," kata Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Rabu (24/2).

Kader aktif Partai Demokrat, kata Herzaky, mendesak agar kader yang terlibat upaya kudeta dibersihkan dari partai. Kader internal, menurut Herzaky, tak terima dengan aksi yang menodai kepemimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhyono (AHY).

Sanksi tegas terhadap kader yang membelot sudah dipersiapkan PD. Sanksi tegas itu, kata Herzaky, bisa berupa pemecatan terhadap kader seperti Jhoni Allen Marbun.

"Mereka minta para pengkhianat untuk dibersihkan dari partai ini. Karena mereka, kader-kader militan dan para pemilik suara sah ini, tidak terima perjuangan keras mereka bersama Ketum AHY yang sudah menuai hasil sangat baik selama 11 bulan terakhir, dinodai oleh kader-kader pengkhianat yang malah tidak punya peran sama sekali dalam mengangkat nama baik Demokrat selama setahun terakhir," ujar Herzaky.

(hel/tor)