3 Bendungan untuk Rakyat NTT yang Diresmikan Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 15:17 WIB
Presiden Jokowi di Bendungan Napun Gete, NTT, Selasa (23/2/2021).
Presiden Jokowi di Bendungan Napun Gete, NTT, Selasa (23/2/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Selama pemerintahannya sejak 2014, sudah ada 3 bendungan yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Yang terakhir adalah Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka.

Bendungan Napun Gete merupakan satu dari tujuh bendungan yang dibangun semasa pemerintahan Jokowi untuk NTT. Dalam kunjungan kerja ke provinsi tersebut pada Selasa (23/2), Jokowi meninjau sekaligus meresmikan bendungan yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 880 miliar.

Jokowi mengatakan bahwa dalam tiap kunjungannya ke NTT, satu hal yang selalu dimintakan ialah mengenai pembangunan bendungan. Namun, Jokowi memahami hal itu karena memang kunci kemakmuran NTT terletak pada bagaimana pengairan mampu dialirkan ke persawahan dan peternakan setempat melalui bendungan-bendungan yang ada.

Berikut daftar bendungan yang diresmikan Jokowi di NTT:

1. Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka

Bendungan Napun Gete yang diresmikan Jokowi merupakan salah satu program prioritas pemerintah dan termasuk proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 11,22 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 99,78 hektare.

Dibangun mulai Desember 2016, bendungan ini memiliki manfaat untuk pengairan irigasi bagi kurang-lebih 300 hektare sawah di sekitarnya. Selain itu, Bendungan Napun Gete dapat memberikan suplai air baku sebanyak 214 liter per detik bagi dua pertiga penduduk Kabupaten Sikka dan berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 0,1 megawatt.

"Saya sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali saya datang ke NTT. Setiap saya datang ke NTT, awal-awal, selalu yang diminta adalah bendungan. Permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air. Begitu ada air, semua bisa ditanam, tanaman tumbuh, buahnya diambil, daunnya bisa dipakai untuk peternakan karena di NTT ini juga sangat bagus untuk sektor peternakan," ujar Jokowi saat meresmikan Bendungan Napun Gete.

2. Bendungan Rotiklot, Kabupaten Belu

Jokowi menekankan bahwa kunci kesejahteraan di NTT adalah air. Untuk itu, pemerintahannya membangun Bendungan Rotiklot.

"Dengan air ini, mungkin panen setahun sekali, menjadi dua, tiga kali panen, yang dulunya tidak bisa nanam apa-apa jadi bisa nanam apa saja," kata Jokowi di Bendungan Rotiklot, NTT, Senin, 20 Mei 2019.

Bendungan Rotiklot merupakan satu dari 49 bendungan baru yang dibangun pada 2015-2019. Groundbreaking bendungan ini dilakukan oleh Jokowi pada 28 Desember 2015.

Pembangunan bendungan Rotiklot yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) - PT Universal Suryaprima (KSO) menggunakan dana dari APBN senilai Rp 496 miliar.

Suasana bendungan Rotiklot yang selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Atambua, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/5/2019). Bendungan Rotiklot dengan manfaat penyediaan air untuk lahan sawah seluas 139 hektare dan 500 hektare untuk palawija serta sebagai pengendalian banjir sekaligus mensuplai air baku untuk masyarakat di sekitar Pelabuhan Atapupu, menurut rencana akan diresmikan oleh Presiden Jokowi Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada (20/5). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.Suasana bendungan Rotiklot (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Untuk meningkatkan ketahanan air dan pangan di NTT, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Ditjen SDA secara bertahap meningkatkan jumlah tampungan air di Provinsi NTT. Keberadaan tampungan air seperti bendungan dan embung sangat penting karena musim hujan di NTT sangat pendek, yakni 3-4 bulan.

Selanjutnya, Bendungan Raknamo...

Lihat Video: Jokowi Bakal Tambah 2 Bendungan Lagi untuk NTT

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2