Gugatan Rp 100 Miliar Staf Khusus Anies ke Lion Air Kandas

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 15:10 WIB
Ilustrasi pesawat Lion Air
Ilustrasi Lion Air (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) meloloskan Lion Air dari gugatan Rp 100 miliar yang dilayangkan Staf Khusus Gubernur DKI Anies Baswedan berinisial MCA. Putusan itu juga dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Bagaimana ceritanya?

Hal itu tertuang dalam putusan PT Jakarta yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (24/2/2021). Peristiwa itu terjadi pada 2 Juni 2019.

MCA memesan untuk penerbangan pukul 10.05 WIB. MCA kemudian check in di counter 26 pukul 08.20 WIB. Menurut petugas Lion Air, MCA tidak bisa check in dikarenakan kursi sudah terisi penuh, dan petugas mengatakan tidak bisa melakukan input karena MCA tidak melakukan check-in online terlebih dahulu.

MCA sempat berdebat dengan petugas namun akhirnya tetap bisa terbang. Akhirnya MCA membeli tiket pesawat maskapai lain untuk bisa berlebaran di kampung halamannya di Pangkal Pinang, Bangka.

Atas hal itu, MCA tidak terima dan mengajukan somasi tapi tidak membuahkan hasil. Akhirnya gugatan dilayangkan.

Dalam gugatannya, MCA meminta ganti rugi materiil Rp 106 juta dan ganti rugi imateriil Rp 100 miliar. MCA juga meminta Lion Air untuk menyampaikan permohonan maaf kepada MCA melalui 10 media massa.

Pada 28 Juli 2020, PN Jakpus memutuskan menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya. PN Jakpus juga menghukum MCA membayar biaya yang timbul dalam perkara ini yang hingga putusan ini diucapkan sebesar Rp 1.586.000.

Atas keputusan itu, MCA mengajukan banding. Apa kata PT Jakarta?

"Menguatkan putusan yang dimohonkan banding tersebut. Menghukum Pembanding semula Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding ditetapkan sejumlah Rp 150 ribu," ujar majelis yang diketuai Ahmad Shalihin dengan anggota Yonisman dan Nyoman Dedy Triparsada.

Menurut PT Jakarta, adalah benar bahwa tidak ada kewajiban penumpang untuk check in online.

"Namun, apabila yang demikian tidak dilakukan dan calon penumpang terlambat datang, sehingga check in counter telah ditutup, maka dapat berakibat calon penumpang tersebut tidak dapat diterbangkan ke tempat tujuan," ucap majelis dalam sidang pada 10 Februari 2021.

Argumentasi MCA dan Lion Air ada di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2