Sempat Ditunda karena Kerumunan, Vaksinasi Pedagang Tanah Abang Lanjut Esok

Rahmat Fathan - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 14:18 WIB
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang.
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kegiatan vaksinasi pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan dilanjutkan setelah disetop karena adanya kerumunan. Vaksinasi akan dilanjutkan pada Kamis (25/2/2021) besok.

Koordinator Pelaksana Vaksinasi Pedagang Pasar Tanah Abang, Siti Khalimah mengatakan penundaan hanya berlangsung satu hari. Dia berujar, vaksinasi akan dilanjutkan kembali pada Kamis, 25 Februari 2021 besok.

"Ditunda hari ini saja. Insyaallah (besok) mulai lagi," ujar Siti saat dihubungi detikcom, Rabu, (24/2).

Siti menyampaikan, penumpukan antrean pada Selasa (23/2) kemarin lantaran adanya penambahan penerima vaksin COVID-19. Di samping itu, terdapat pula perubahan mekanisme vaksinasi.

"Di awal itu kan Pasar Jaya yang data 9.720. Nah, kemudian dia data lagi, sistemnya itu ganti, dia pakai aplikasi gitu loh sehingga pada hari Senin-Selasa itu nggak pakai kupon, berebutanlah orang, yang sampai harus dihentikan Kapolsek itu," ucapnya.

Menurut Siti, penambahan pedagang yang divaksin mencapai lebih dari 11 ribu orang sehingga total ada 23 ribu pedagang yang ikut vaksinasi di Pasar Tanah Abang.

"Totalnya 23 ribu, karena ada 2.000 itu yang on the spot. Instruksinya Pak Menteri kan on the spot juga layani," kata dia.

Sebelumnya, Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan menghentikan proses vaksinasi Corona kepada pedagang di Pasar Tanah Abang. Langkah itu diambil setelah terjadinya kerumunan di lokasi.

"Iya saya hentikan memang. Kami Satgas COVID Kecamatan Tanah Abang menghentikan karena antrean pedagang membeludak sehingga kita hentikan vaksin hari ini. Tidak bisa dibendung lagi dan tidak sesuai prokes (protokol kesehatan)," tutur Singgih saat dihubungi detikcom, Senin (23/2).

(mea/mea)