NasDem Sesalkan Kerumunan Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Tak Diantisipasi

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 07:53 WIB
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang.
Ilustrasi vaksin (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Proses vaksinasi COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang dihentikan petugas karena terjadi antrean. NasDem DKI menilai Dinas Kesehatan seharusnya telah menyiapkan langkah antisipasi.

"Tentu harus melakukan evaluasi. Jadi yang menyelenggarakan dari Dinas Kesehatan harusnya mereka sudah membuat langkah-langkah untuk antisipasi antusiasnya pedagang-pedagang yang ingin divaksin," ujar Bendahara Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, saat dihubungi, Selasa (23/2/2021).

Jupiter mengatakan hal ini menunjukan antusias pedagang tinggi terhadap vaksin. Selain antusias tinggi, para pedagang juga disebut takut tidak kebagian vaksin.

"Apalagi mereka pedagang-pedagang di sana itu kalau saya lihat dan berpendapat mereka itu selain antusias dan juga tidak sabar, takut tidak kebagian divaksin," kata Jupiter.

Dia mengatakan panitia vaksinasi yang ada di pertokoan seharusnya dapat memberikan edukasi kepada pedagang. Edukasi penting diberikan agar pedagang yakin bahwa setiap toko mendapatkan giliran.

"Dalam hal ini mereka takut tidak mendapatkan giliran. Seharusnya panitia vaksinasi di pertokoan Tanah Abang itu ada panitia yang memberikan edukasi bahwa setiap toko semuanya akan mendapatkan giliran, jadi harap sabar dan tenang," tuturnya.

Tidak hanya itu, vaksinasi juga disebut bisa dilakukan dengan cara melakukan pembagian jadwal atau dipanggil secara bergantian. Menurutnya, bila tidak ada evaluasi, maka akan timbul kerumunan yang dapat menyebabkan klaster baru.

"Kemudian bisa juga dilakukan dengan cara nanti dipanggil, bukan dengan mereka ramai-ramai begitu. Kan seharusnya bisa diatur dan itu harus betul-betul dievaluasi, karena tidak menutup kemungkinan adanya klaster baru. Apalagi selain pedagang, di sana ada pembeli. Kalau dilihat ada kerumunan kan akhirnya jadi tidak baik," pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menghentikan proses vaksinasi virus Corona kepada pedagang di Pasar Tanah Abang. Langkah itu diambil setelah terjadinya kerumunan di lokasi.

"Iya saya hentikan memang. Kami Satgas COVID Kecamatan Tanah Abang menghentikan karena antrean pedagang membeludak sehingga kita hentikan vaksin hari ini. Tidak bisa dibendung lagi dan tidak sesuai prokes (protokol kesehatan)," kata Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan saat dihubungi detikcom, Senin (23/2).

Singgih menyebut lokasi vaksinasi dilakukan di Pasar Tanah Abang Blok A lantai 8 hari ini. Lokasi yang tergolong kecil menjadi salah satu timbulnya kerumunan.

Simak juga video 'Vaksinasi Mandiri Disebut Tak Serobot Program Vaksinasi Pemerintah':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/zak)