Pemilik Zevmine Skincare Bukan Dokter, Dapat Pengalaman Saat Jadi Perawat

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 19:48 WIB
Jakarta -

Polisi menyatakan pemilik Klinik Zevmine Skincare di Ciracas, Jakarta Timur, membuka praktik perawatan wajah secara ilegal. Tersangka SW alias Y, yang berpraktik sebagai 'dokter', juga tidak memiliki sertifikasi kedokteran, melainkan bekas perawat.

"Hampir sebagian besar konsumen mengetahui bahwa yang bersangkutan adalah dokter. Padahal sama sekali tidak memiliki ijazah kedokteran. Dia dapat belajar karena pernah bekerja menjadi perawat. Dia adalah perawat bekerja di salah satu rumah sakit sebagai perawat kecantikan. Kemudian di situlah dia belajar bagaimana untuk melakukan praktik ini, termasuk obat-obat apa yang dibutuhkan," beber Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Berbekal pengalaman itu, SW memiliki keahlian dalam melakukan tindakan penyuntikan serta mendapatkan peralatan di klinik ilegalnya. Selain dari pengalamannya bekerja sebagai perawat, tersangka SW diketahui pernah menikah dengan seorang dokter.

"Mantan suaminya juga dokter, sehingga dia berupaya untuk bagaimana melakukan praktik yang ilegal sesuai dengan keterampilan keahlian yang dia dapat dari otodidak dan belajar selama dia bekerja," ungkap Yusri.

Klinik Zevmine Skincare ini diungkap polisi pada pertengahan Februari. Tersangka SW diketahui mempromosikan kliniknya tersebut lewat media sosial pribadinya.

Sejumlah layanan kecantikan pun disediakan oleh tersangka. Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sulung Mulia Putra mengatakan apa yang dilakukan oleh tersangka ini termasuk kategori yang berbahaya karena tidak memiliki perizinan dan kompetensi.

"Tindakan yang dilakukan ini betul merupakan tindakan medis impasif. Jadi ini tidak boleh dilakukan, bahkan oleh dokter yang terlatih pun tidak boleh, apalagi orang non-kesehatan sangat tidak boleh karena risikonya sangat luar biasa," ungkap Sulung

Tersangka mengaku selama 4 tahun terakhir berhasil menggaet pelanggan 100 orang tiap satu bulan terakhir. Polisi pun hingga kini masih menyelidiki total keuntungan yang didapatkan oleh klinik tersebut dan dugaan ada pihak-pihak lain yang terlibat.

Tersangka memiliki ratusan pasien. Beberapa di antaranya public figure.

(ygs/mea)