Polda NTB Ciduk 2 Pelaku TPPO Modus PMI Ilegal, Korban Kabur dari Turki

Faruk - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 13:58 WIB
Polda NTB ringkus 2 pria atas kasus perdagangan orang bermodus pekerja migran Indonesia (dok Polda NTB)
Polda NTB meringkus dua pria atas kasus perdagangan orang bermodus pekerja migran Indonesia. (Foto: dok. Polda NTB)
Mataram -

Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap dua orang yang diduga pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus pekerja migran Indonesia (PMI). Satu orang pelaku merupakan warga Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim).

Direskrimum Polda NTB Kombes Hari Brata menuturkan dua pelaku tersebut ditangkap di lokasi berbeda. Awalnya polisi menangkap HSR (44) di rumahnya di Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jaktim, pada Senin (22/2) kemarin. Sementara itu, pelaku kedua, yakni AB (41), warga Lombok Timur, ditangkap pada hari yang sama.

"Setelah ditangkap, HSR diterbangkan dari Jakarta menuju Polda NTB sore. AB, yang dari Lombok Timur, juga digiring ke Mapolda NTB," ungkap Kombes Hari kepada detikcom, Selasa (23/2/2021).

Polda NTB ringkus 2 pria atas kasus perdagangan orang bermodus pekerja migran Indonesia (dok Polda NTB)Dua tersangka diciduk di dua lokasi berbeda (Foto: dok. Polda NTB)

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto menjelaskan, pada Oktober 2018, pelaku AB menjanjikan korban, yang merupakan seorang perempuan asal Lombok Timur, untuk menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Abu Dhabi. Tersangka AB mengiming-imingi korban gaji Rp 4 juta per bulan.

Namun, realitasnya, pelaku mengingkari kesepakatan awal dengan memberangkatkan korban ke Turki. Bahkan korban tidak langsung bekerja, melainkan ditampung dengan calon PMI lainnya selama berbulan-bulan.

"Namun, setelah pelapor diberangkatkan, ternyata tujuan negara bekerja adalah negara Turki, bukan Abu Dhabi, yang merupakan janji awal pada saat awal direkrut. Selama bekerja di Turki, paspor diambil oleh para agen, ditampung di ruangan kecil dengan berisikan banyak CPMI dari negara Indonesia," ujarnya.

Selama di penampungan, korban hanya diberi makan sebanyak satu kali dalam sehari dan tidak diberi air minum. Pelapor bekerja selama 2 tahun.

Polda NTB ringkus 2 pria atas kasus perdagangan orang bermodus pekerja migran Indonesia (dok Polda NTB)Pelaku menjanjikan calon PMI bekerja di Abu Dhabi. Tapi ternyata dikirim ke Turki. (Foto: dok. Polda NTB)

Selama itu, korban sering mendapatkan caci maki dan kata-kata kasar dari majikan. Korban juga hanya diberi gaji USD 300 atau Rp 4,2 juta.

"Sehingga pada 21 Desember 2020, korban lari dari majikan, melaporkan kehilangan paspor di kantor kepolisian setempat dan melaporkan diri ke KBRI Ankara Turki untuk mendapat perlindungan," jelas Artanto.

Dari laporan tersebut, Polda NTB mendapatkan koordinasi dan melakukan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan kedua pelaku. Setelah menangkap dua orang pelaku, polisi juga masih mengejar satu orang pelaku lainnya, yakni KM, yang statusnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

(jbr/jbr)