Romo Benny Jelaskan soal Pernyataan Banjir Jakarta yang Ramai di Medsos

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 13:46 WIB
Romo Benny Susetyo CNN IndonesiaSafir Makki
Romo Benny (Foto: Pool)
Jakarta -

Budayawan Romo Benny Susetyo memberikan penjelasan terkiat komentarnya mengenai banjir di DKI Jakarta. Romo Benny menyebut kapasitas dia dalam membahas banjir dan peradaban alam itu sebagai budayawan, bukan perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Penjelasan Romo Benny itu diunggah oleh akun YouTube RKN Media berjudul 'Kenapa Banjir Masih Ada di Jakarta!!!' yang diunggah, 21 Februari 2021. Dalam wawancara itu, Romo Benny disebut sebagai perwakilan dari BPIP. Romo Benny telah mengizinkan pernyataan dalam YouTube itu untuk dikutip.

"Kan saya bukan sebagai staf khusus (Dewan Pembina BPIP), saya sebagai budayawan, saya bicara keadaban banjir, dan banjirnya kan tidak hanya Jakarta, tapi Kalimantan Selatan," ujar Romo Benny saat dihubungi, Selasa (23/2/2021).

Di awal wawancara, Romo Benny ditanya mengenai mengapa banjir masih terjadi di Jakarta. Romo Benny kemudian menjelaskan banjir di Jakarta harusnya bisa diminimalkan dengan adanya teknologi.

"Ini fenomena sebenarnya bahwa kalau kita memprediksi dengan baik cuaca, alam, itu ya alamiah. Tetapi kan kita harus mempersiapkan. Justru dengan hebatnya teknologi, kita itu sudah bisa harusnya memantau curah hujan itu, kemudian mempersiapkan bagaimana sebuah kebijakan yang jelas-terukur. Untuk apa? Untuk mampu misalnya mengatasi banjir ini," kata Romo Benny seperti dilihat, Selasa (23/2/2021).

Menurut Romo Benny, penanganan banjir Jakarta harusnya berkelanjutan. Dia menyebut program Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang memberikan dampak baik patut dilanjutkan.

"Lah ini yang nggak ada kontinuitas antara pemerintah daerah sebelumnya dengan sekarang. Misalnya zaman Ahok pengerukan terjadi, pembersihan drainase, kemudian selokan, ada banyak pasukan oranye, pasukan kuning yang siap siaga ketika curah hujan melebihi kapasitas itu air itu bisa mengalir. Lah harusnya dilanjutkan bendungan, bagaimana sebuah, itu kan masalah mendasar adalah bagaimana kebijakannya tidak pernah kontinu dan tidak pernah kita serius mengatasi banjir ini Jakarta ini," tuturnya.

Menurut Romo Benny, banjir di Jakarta akan terus terjadi jika tidak ditangani dengan serius. Manusia, kata Romo Benny, diberi akal dan pikiran untuk mengatasi setiap masalah yang ada.

"Selama tidak ada keseriusan menghadapi banjir Jakarta ya akan terus terjadi. Wong negeri Belanda saja bisa kok, dia membendung lautan, membendung daratan, akhirnya Belanda bisa ngatasi. Artinya, jangan kita menyalahkan alam, karena curah hujannya tinggi, cuacanya ekstrem, kemudian seolah-olah alam. Padahal manusia diberi keahlian oleh Tuhan Yang Mahakuasa, kemampuan, kemampuan untuk apa? Memprediksi, kemampuan untuk apa? Untuk mampu setiap masalah itu ada cara mengatasinya. Ini yang nggak pernah dilakukan. Nah ini yang nggak ada politic will dalam pengatasan banjir ini," tutur dia.

Mengatasi banjir di Jakarta, kata Romo Benny, harus ada kemauan politik. Dia menyebut menyelesaikan banjir Jakarta harus dilakukan secara keseluruhan.

"Kalau ada kemauan politik dari para pemimpinnya, elite-elitenya, maka banjir Jakarta ini bisa diselesaikan asal tidak sektoral, tapi menyeluruh. Menyeluruh artinya harus ada sistem drainasenya, harus ada sistem pengaturan detailnya, maka harus dibangun bendungan. Dan apa yang dilakukan Ahok harus dilanjutkan harusnya, sehingga penataan Jakarta itu dalam menghadapi banjir itu menyeluruh, tidak parsial dan tidak sifatnya politik," jelasnya.

Simak juga Video: Eks Ketua Pansus Banjir DKI Sentil Janji 1,8 Juta Sumur Resapan Anies

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3