Kunjungi Ponpes Al-Ghazali di Bogor, Mentan Serukan Kerja Kolaboratif

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 21:53 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyambut baik dan mengapresiasi Green House yang dikelola Pondok Pesantren Al-Ghazali, Bogor.
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyambut baik dan mengapresiasi Green House yang dikelola Pondok Pesantren Al-Ghazali, Bogor. Menurutnya, apa yang telah dilakukan Ponpes Al Ghazaly adalah memanfaatkan setiap jengkal lahan untuk dioptimalkan sebagai penghasil sumber pangan.

"Kerja-kerja pertanian itu adalah perintah Nabi dan Tuhan. Ia menembus langit, dan lintas transedenai. Menyediakan pangan sebagai sumber kehidupan adalah sesuatu yang mulia," kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2/2021).

Oleh karena itu, lanjutnya, mengelola pertanian tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan tangan-tangan lain.

"Saya bahagia sekali. Hari ini ditunjukkan bagaimana kerja-kerja kolaboratif itu memang bisa dilakukan dan dampaknya nyata. Pondok Pesantren, legislatif, Pemda dan BI bisa sinergi. Kementan siap support Pak Wali," katanya.

Menurut Syahrul, di masa pandemi ketahanan pangan adalah hal yang krusial. Karenanya, setiap terjadi kontraksi dan turbulensi pada sektor pertanian, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan pihak lain.

"Masing-masing dari kita bisa memainkan peran dengan memanfaatkan setiap jengkal lahan. Karena pertanian bisa dilakukan di depan rumah, bisa dilakukan lingkungan Ponpes dengan konsep urban farming," imbuhnya.

Kementan memang intens menggandeng berbagai pihak dalam mengembangkan pertanian termasuk pondok pesantren melalui program santri milenial pertanian. Bagi kementan, lanjutnya, santri merupakan sosok istimewa yang mencerminkan karakter yang baik dalam akhlak maupun ilmu yang memiliki potensi untuk mengembangkan sistem pertanian terintegrasi sebagai upaya mendorong kemandirian di sektor pertanian.

Pasalnya, hampir setiap pondok pesantren memiliki lahan yang luas sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian dengan melibatkan para santrinya.

"Indonesia memiliki harapan besar kelak di saat santri nantinya setelah lulus dari pondok memiliki kemampuan sebagai entrepreneur di bidang pertanian dan syukur bisa menjadi job seeker dan job creator," pungkasnya.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Green House Bogor. Turut menemani Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kota Bogor, Ecky Awal Mucharam, dan Pimpinan Ponpes Al Ghazaly, KH Mustofa Abdullah, sembari melakukan panen Bayam yang dikembangkan dengan sistem hidroponik.

(akn/ega)