Jual Galon Bekas Jadi Peluang Tambahan Cuan Bisnis Air Mineral

Angga Laraspati - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2021 19:46 WIB
Galon air minum
Foto: dok. Le Minerale
Jakarta -

Memanfaatkan peluang, mungkin itulah yang dilakukan oleh pemilik dari Toko Grosir Minuman Banggalawa Guswan hingga bisa raup untung besar. Bagaimana tidak, selain menjual galon pria ini juga mendapatkan keuntungan dari menjual kembali galon bekas ke para pendaur ulang/pengepul.

Toko milik Guswan yang berada di Jalan Kahfi, Jakarta ini ternyata mendapatkan keuntungan tersebut setelah berjualan galon dari Le Minerale yang tak hanya laku dari segi penjualan produk tetapi juga galon bekasnya juga diburu oleh para pengepul.

"Galon ini tidak perlu ditukar, kalau beli selalu dapat galon yang baru, jadi konsumen memang menyukai kehigienisan dan kepraktisannya. Selain itu kemasan galon ini kan bening ya, kita bisa lihat kebersihan airnya. Ini galonnya juga ada pegangannya, ibu-ibu kalau beli juga bisa sendiri karena mudah untuk dibawa. Menurut saya, itulah yang membuat galon ini jadi banyak peminatnya," jelas Guswan dalam keterangan tertulis, Jumat (19/2/2021).

Selama menjual galon, Guswan mengakui hampir tidak pernah menerima keluhan terkait sampah plastik. Karena sepertinya konsumen cukup mengerti jika galon berbahan PET memang mudah di daur ulang.

Bahkan ia mengatakan sekarang pemilik toko seperti dirinya justru berebut galon-galon bekas karena bisa dijual kembali dengan nilai yang sangat tinggi. Per galonnya, Guswan bisa mendapatkan Rp 1.000 - Rp 3.500.

Pemanfaatan dari galon bekas ini pun beragam, ada yang dijadikan pot, tempat cupang, dan ada juga yang dijual ke pengepul-pengepul untuk di daur ulang. Karena sangat menguntungkan, ia pun berpesan ke semua toko dan konsumen di sekitar area distribusinya, agar galon bekasnya dikumpulkan kemudian dikembalikan ke tokonya.

"Ada sih beberapa konsumen yang menanyakan cara buang sampahnya, cuma begitu sekali saja konsumen taruh di depan rumah, pemulung ato petugas sampah justru sering dulu-duluan datang dan menanyakan kembali galon bekasnya karena akhirnya jadi rebutan, itu kan jadi duit untuk mereka jual ke pelaku daur ulang," ungkapnya.

Ia pun salut dengan model bisnis air mineral dengan kemasan galon PET. Baginya, kemasan galon PET lebih efisien jika dilihat dari sisi logistiknya sehingga saat balik bisa sekalian membawa barang lain

"Galon kosong model lama dengan sistem isi ulang, setiap ditarik udah menuh-menuhin tempat, dan gak dapet duit, dan deg-degan nggak bisa dibalikin kalo rusak dikit. Tapi sekarang pedagang malah senang karena galon PET ini dalam kondisi apapun justru bisa di jual dan dapat duit 1000-3500 per galon nya," ungkap Guswan.

Walau begitu masih ada pihak-pihak yang mencoba terus-menerus membelokkan fakta. Namun, menurut Guswan hal ini tak berpengaruh terhadap tingginya permintaan para konsumen akan produk galon Le Minerale.

Guswan turut mengkonfirmasi galon Le Minerale memiliki penjualan yang baik dan lancar, karena menurutnya konsumen sangat senang dengan inovasi galon baru ini yang lebih higienis.

Ia pun menegaskan kemasan galon PET bekas bukannya menjadi beban sampah, justru sebaliknya, orang-orang berlomba-lomba ingin mendapatkan galon bekas PET,

"Jika ini bisa terjadi di semua produk akan sangat bagus sekali justru dampaknya untuk lingkungan. Semua kemasan bisa dimanfaatkan kembali bahan bekas pakainya," imbuhnya.

Guswan pun berharap pihak-pihak yang kerap menghembuskan isu-isu hoaks soal galon PET akan menjadi polusi lingkungan untuk menghentikannya. Ia juga ingin masyarakat yang baru mendapatkan informasinya tidak ikut-ikutan tergiring opini sesat.

Dirinya yakin jika produk ini akan masuk ke rantai daur ulang baik itu melalui pemulung, petugas sampah, ataupun pedagang seperti dirinya.

(prf/ega)