Jaksa KPK Optimistis Dakwaan Eks Sekretaris MA Nurhadi Terbukti

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 23:06 WIB
Eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono kembali jalani sidang virtual. Sidang itu digelar terkait kasus suap-gratifikasi yang menjerat keduanya
Nurhadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK optimistis pihaknya bisa membuktikan seluruh dakwaan yang didakwakan ke mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Jaksa KPK akan menyimpulkan seluruhnya di surat tuntutan nanti.

"Kami selaku tim JPU (jaksa penuntut umum) sangat yakin dan optimis untuk membuktikan semua uraian dakwaan yang kami dakwakan pada kedua terdakwa. Bahwa semua alat bukti yang kami hadirkan di depan persidangan, hingga sidang hari ini telah sangat cukup untuk bisa meyakinkan majelis hakim," ujar jaksa KPK Takdir Suhan usai sidang di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021).

Takdir mengatakan jaksa KPK akan menyimpulkan bukti itu di surat tuntutan. Pihaknya akan menguraikan secara detail.

"Nantinya dalam surat tuntutan, tim JPU akan secara detail menguraikan semua unsur perbuatan para terdakwa sebagaimana surat dakwaan," ucapnya.

Diketahui, sidang hari ini adalah sidang pemeriksaan saksi. Saksi yang dihadirkan jaksa KPK adalah Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto yang didakwa sebagai penyuap Nurhadi.

Dalam sidang ini, pengacara Nurhadi, M Rudjito, menilai kesaksian Hiendra membuktikan bahwa dakwaan jaksa tidak benar. Menurut Rudjito, kesaksian Hiendra mematahkan dakwaan jaksa KPK.

"Keterangan saksi Hiendra hari ini beliau pada dasarnya menerangkan apa yang dikatakan di dalam dakwaan itu ada pengurusan perkara itu nggak benar," kata Rudjito.

Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

(zap/lir)