Kasus Mafia Tanah Dino Patti Djalal, Pengacara: Fredy Kusnadi Dijemput Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 13:36 WIB
Fredy Kusnadi (Dyas/detikcom)
Fredy Kusnadi didampingi pengacaranya, Tonin Tachta Singarimbun, saat melaporkan Dino Patti Djalal ke Bareskrim. (Dyas/detikcom)

Tonin mengaku belum mengetahui Fredy Kusnadi ditangkap atas perkara apa. Namun, menurutnya, penyidik yang menjemput Fredy Kusnadi ini menangani perkara Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

"Kalau Unit V kan yang dilaporkan karena (Pasal) 263 rumah yang dia tempati. Rumah yang dia beli itu, yang dibilang dia beli rumah di Antasari atas nama Yusminawati," katanya.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal memang bersuara soal Fredy Kusnadi di media sosial. Dino Patti Djalal menyebut Fredy Kusnadi sebagai dalang mafia tanah.

Terbaru, Dino Patti Djalal kini menyebut Fredy Kusnadi sebagai mafia tanah kelas 'kolonel'. Menurut mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat itu, di atas Fredy Kusnadi masih ada dalang utama atau godfather.

"Jadi si Fredy ini semacam kolonelnya, mid person. Ada yang lebih tinggi dari dia, ada jenderalnya," kata Dino saat berbincang dengan tim Blak-blakan detikcom, Selasa (16/2/2021).

Dino Patti Djalal mengungkap sindikat mafia tanah punya sistem yang rapi dan terstruktur. Ada aktor yang merencanakan, ada yang pura-pura jadi pembeli, menjadi broker, menyiapkan KTP palsu, hingga penyandang dana.

Dalam kasus mafia tanah yang menyerobot rumah milik keluarganya, Dino menuding Fredy Kusnadi sebagai dedengkotnya. Namun, kata Dino, ada pihak lain di atas Fredy sebagai founder-nya.

"Kalau dalam struktur di militer, posisi Freddy ini seperti kolonel. Masih ada jenderal di atas Freddy sebagai otak sekaligus pemodalnya. Orang ini harusnya bisa ditindak. Kalau hanya kroconya yang ditangkap, bos mafia tanah akan berulah lagi dengan orang-orang yang berbeda," tegas Dino.


(mei/tor)