Mereka Siap Sumpah Mubahalah: Buni Yani, Ahmad Dhani hingga Marzuki Alie

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 18:34 WIB
Buni Yani Melaksanakan Salat Jumat di Tebet jelang eksekusi.
Foto: Ilustrasi Buni Yani (Pradita Utama)

3. Ahmad Dhani

Kemudian tokoh yang lain yang menyampaikan mubahalah yaitu Ahmad Dhani. Hal itu disampaikan Dhani berkaitan dengan kasus ujaran kebencian yang menjeratnya.

Dhani mengakui salah satu cuitannya di akun Twitter-nya tentang penista agama tidak merujuk pada Ahok. Saat ditanya jaksa soal cuitannya yang berbunyi 'siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya', Dhani menyebut maksud pelaku penista agama yang disebutnya merupakan penjahat sehingga pendukung penista agama juga dimaknai penjahat. Ia mengumpamakan bila ada pelaku kejahatan seksual, ada pendukungnya maka dia juga termasuk penjahat.

"Ya karena penista agama itu bajingan. Pendukungnya ya bajingan juga. Misalnya ada pelaku pelecehan seks itu pendukungnya bajingan juga. Pelaku pengedar narkoba yang mendukung siapapun itu bajingan juga," kata Dhani, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (5/11/2018).

Dhani menegaskan maksud kata penista agama dalam cuitan itu tidak merujuk pada siapa pun termasuk Ahok, melainkan pada siapa saja pelaku penista agama. Dalam persidangan itu Dhani juga mengaku berani bersumpah di atas Alquran.

"Sebenarnya dalam bahasa saya jelas, siapa saja. Jadi siapa saja itu ya siapa saja. Tidak harus pendukungnya Ahok. Siapa saja yang mendukung penista agama karena di situ memang saya niatkan tulisan itu untuk semua orang. Karena di dalam redaksinya pun memang siapa saja," ujarnya.

"Jadi kalau saya boleh dikasih Alquran di atas kepala saya atau bermuhasabah (Dhani meralat menjadi mubahalah-red) bahwa kalimat itu tidak hanya ditujukan kepada pendukung Ahok tapi pada semua pendukung penista agama saya siap bermuhabalah dengan siapa saja yang berani melawan saya bahwa apa yang dikatakan itu adalah untuk pendukung penista agama, bukan mereka yang melaporkan saya. Saya berani bersumpah bahwa itu ditujukan pada semua penista agama kalau saya bohong bisa saya mati kesambar petir dan keluarga saya nggak selamat," imbuhnya.


4. Kader PKS Vs Fahri Hamzah

Kader Muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian batal menggelar sumpah mubahalah dengan Fahri Hamzah. Batalnya acara tersebut karena Fahri tidak hadir.

"Saya tidak tahu di beberapa media apakah merespon atau tidak sepertinya tidak merespon," kata Pipin, di Masjid Al-Hikmah, Bangka, Jakarta Selatan, Jumat (16/3/2018).

Ia mengatakan sebelumnya telah mencoba menghubungi Fahri beberapa kali. Namun Fahri tidak menjawab atau pun memberikan kepastian. Menurut Pipin, alasannya melakukan sumpah mubahalah karena Fahri dinilai tidak jujur dalam memberikan keterangannya soal pemecatan dirinya dari PKS.

Dikonfirmasi soal ini, Fahri mengaku tidak terlalu kenal dengan Pipin. Ia pun meminta Pipin agar Pipin tidak mencari keributan.

Sepertinya dalam kasus saya tidak ada nama Pipin...saya tidak terlalu kenal siapa dia..sebaiknya kader di bawah tetap bekerja dan jangan terpancing

"Sepertinya dalam kasus saya tidak ada nama Pipin. Saya tidak terlalu kenal siapa dia," kata Fahri kepada wartawan, Rabu (14/3).

"Sebaiknya kader di bawah tetap bekerja dan jangan terpancing," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3