detikcom Do Your Magic

Dukung LEZ Kota Tua, Dubes Denmark Ceritakan Pengalaman Kopenhagen

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 13:14 WIB
Penutupan lalin untu LEZ Kota Tua, macet terjadi di Jl Pintu Besar Selatan-Pasar Asemka. (Afzal Nur Iman/detikcom)
Foto: Penutupan lalin untu LEZ Kota Tua, macet terjadi di Jl Pintu Besar Selatan-Pasar Asemka. (Afzal Nur Iman/detikcom)

Alasan ketiga, Larsen menyinggung soal isu pemanasan iklim global. Isu yang dihadapi oleh seluruh dunia, baik di Copenhagen maupun di Jakarta.

"Tersedia kawasan seperti ini yang digunakan dengan semestinya, juga akan turunkan tingkat emisi karbon. Sehingga, masyarkat dapat ikut berkontribusi dalam memecahkan masalah iklim global dunia," ucapnya.

Hal keempat berkaitan dengan kesehatan, khususnya di masa pandmi virus Corona (COVID-19). Menurut Larsen, bersepeda dan berjalan kaki membuat tubuh sehat, dan menjadikan ibu kota menjadi tempat yang lebih sehat bagi semua.

"Sehingga dengan warga yang lebih sehat, tentunya jumlah pasien di rumah sakit juga akan menurun. Jadi saya sangat mendukung pembangunan kawasan pejalan kaki di area Kota Tua ini. Saya berharap setelah pandemi berakhir, kawasan ini akan menjadi inspirasi untuk gaya hidup baru dan lebih baik di Jakarta," kata dia.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menerapkan program LEZ di Kawasan Kota Tua Jakarta. Ruas-ruas jalan yang mengitari kota tua ditutup bagi kendaraan pribadi.

Area penerapan LEZ meliputi Jl Pintu Besar Utara - Jl. Kalibesar Barat sisi Selatan - Jl Kunir sisi Selatan - Jl. Kemukus - Jl Ketumbar - Jalan Lada. Kendaraan bermotor dilarang melintas di sekitar Kota Tua selama 24 jam, meski saat ini sistem buka-tutup masih diterapkan di Jl Kunir-Kemukus untuk menghindari kemacetan.

Halaman

(aik/dnu)