Kejari Buleleng Dalami Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 11:46 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)

Adapun delapan tersangka yang ditetapkan atas nama MD SN, Nym. AW, Pt. S, Nym. S, IGA MA, Kd. W, Nym GG, dan Pt B. Mereka telah diperiksa sebanyak tiga kali. Pemeriksaan pertama dilakukan saat penyelidikan, kedua saat penyidikan, dan terakhir saat ditetapkan sebagai tersangka. Hanya, dalam pemeriksaan terakhir, baru tujuh orang yang bisa hadir karena satu orang dinyatakan sakit sesuai dengan surat keterangan dokter.

"Jadi satu orang (tersangka) atas nama Nym GG tidak bisa hadir dalam pemeriksaan sehingga yang hadir tujuh orang," terang Jayalantara.

Dalam pemeriksaan tersebut, para tersangka juga dilakukan rapid test antigen hasilnya nonreaktif sehingga pihaknya melakukan penahanan.

Terkait modus operandi yang dilakukan oleh tersangka, Jayalantara menuturkan bahwa para tersangka ini menaikkan nilai uang pada SPJ dari dana program Bimtek dan Eksplor Buleleng. Biaya yang digelembungkan adalah biaya hotel.

"Jadi para rekanan itu nggak tahu kalau SPJ-nya dibikin lebih. Kenapa SPJ-nya lebih, ya itu yang titipan. Nah bahasanya uang titipan. Jadi mereka rekanan hotel itu tahunya dikembalikan ke Dispar, jadi rekanan hotel itu membuat kuitansi pencatatan kepada Dispar. Ternyata uang itu dikelola oleh PPTK masing-masing kegiatan untuk dibagi-bagi," kata Jayalantara.


(eva/eva)