ADVERTISEMENT

Round-Up

4 Fakta Kerumunan Barongsai di Pantjoran PIK hingga Pengelola Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 05:47 WIB
Sejumlah warga beraktivitas di Chinatown Pantjoran, Jakarta, Kamis (24/12/2020). Tempat makan di lahan reklamasi itu menggunakan konsep chinatown.
Foto: Pantjoran PIK (Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Aparat kepolisian membubarkan atraksi barongsai yang digelar di Pantjoran PIK, Pantai Maju, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Lokasi atraksi barongsai untuk memeriahkan perayaan Imlek itu disegel polisi usai menimbulkan kerumunan warga.

Atraksi barongsai yang digelar pada 14 Februari 2021 itu berbuntut panjang. Tak cukup menyegel, polisi juga menetapkan pengelola Pantjoran PIK sebagai tersangka kasus kerumunan tersebut.

Dalam sebuah video yang diterima detikcom, panggung barongsai tersebut terlihat menimbulkan kerumunan massa. Masyarakat mulai dari orang tua hingga anak-anak terlihat memadai tempat tersebut melihat pertunjukan barongsai.

Meski mayoritas pengunjung tampak menggunakan masker, anjuran untuk menjaga jarak di tempat tersebut abai dilakukan.

Polisi kemudian meningkatkan status kasus tersebut ke tahap penyidikan. Polisi lalu menetapkan satu orang tersangka terkait kerumunan di Pantjoran PIK tersebut.

"Sudah tahap penyidikan, 12 saksi dan 1 tersangka," ujar Kapolres Jakut Kombes Guruh Arif Darmawan, saat dihubungi Selasa (16/2/2021).

Guruh mengatakan, tersangka dijerat terkait tindak pidana UU Kekarantinaan Kesehatan. Tersangka terancam hukuman penjara 1 tahun.

"Pasal 93 jo 9 UU 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan. Ancaman hukuman 1 tahun penjara atau denda 100 juta," tutur Guruh.

Lihat juga video 'PJ Wali Kota Makassar Laporkan Kerumunan di Balaikota ke Polisi-Satgas':

[Gambas:Video 20detik]



Simak di halaman selanjutnya, fakta-fakta terkait kerumunan barongsai hingga pengelola ditetapkan sebagai tersangka

Pantjoran PIK Disegel

Polres Metro Jakarta Utara langsung mengambil tindakan setelah mengetahui adanya kerumunan di atraksi barongsai itu. Polisi menyebut pihaknya menyegel panggung setelah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19.

"(Penyegelan) pas mereka lagi terjadi kerumunan ya. Kita bubarkan melalui instansi terkait termasuk Satgas COVID itu langsung kita segel," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif saat dihubungi detikcom, Selasa (16/2/2021).

Kapolsek Penjaringan Kompol Ardyansyah mengatakan bahwa Pantjoran PIK, Golf Island yang berlokasi di Pantai Maju, Jakarta Utara telah disegel aparat Satpol PP.

"Sudah disegel oleh Satpol PP," kata Kapolsek Penjaringan Komisaris Ardyansyah saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa, (16/2).

Pengelola Jadi Tersangka-Tak Ditahan

Pengelola Pantjoran PIKberinisial BJ telah ditetapkan sebagai tersangka kasuskerumunan barongsaiImlek. BJ tidak ditahan polisi, mengingat ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara.

"Tersangka tidak ditahan, karena ancamannya satu tahun penjara," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi saat dihubungi detikcom, Rabu (17/2/2021).

Nasriadi mengatakan BJ ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pidana Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentangKarantina Kesehatan,dengan ancaman 1 tahun penjara.

Sementara itu, polisi juga memeriksa BJ sebagai tersangka, pada Rabu 17 Februari 2021 kemarin.

"Kemarin kita baru melengkapi alat bukti dan telah melakukan klarifikasi. Insyaallah hari ini tersangka BJ akan diperiksa sebagai tersangka," kata Nasriadi.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang buktibarongsai dari salah satu yayasan di Pinangsia, Jakbar.Beberapa saksi, termasuk pemain barongsai, diperiksa polisi.

Kerumunan barongsai itu tidak direncanakan, simak penjelasan polisi di halaman selanjutnya


Kerumunan Warga Terjadi Spontanitas

Penyidik Polres Metro Jakarta Utara menyidik kasus kerumunan barongsai di Pantjoran PIK, Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi beralasan atraksi barongsai telah memicu kerumunan warga di Pantjoran PIK.

"Kerumunan itu muncul secara mendadak, karena tempat terbuka, tidak bayar pakai karcis, jadi semua bisa ke sana. Dan yang menimbulkan kerumunan lagi adalah bunyi-bunyian barongsai itu yang memancing masyarakat untuk mendekat dan pengen lihat," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi saat dihubungi detikcom,Rabu (17/2/2021).

Adapun atraksi barongsai itu terjadi di sebuah panggung di sentra kuliner di Pantjoran PIK. Atraksi barongsai itu kemudian menimbulkan kerumunan warga yang ingin menonton.

"Awalnya mereka pada makan tapi, masyarakat jadi ingin melihat. Padalah panggung itu bukan untuk panggung barongsai. Panggung itu untuk orang berfoto Sebenarnya. Nah itu yang dipakai barongsai dan di situ yang menimbulkan kerumunan luar biasa," jelas Nasriadi.

Nasriadi mengungkap pengelola tidak merencanakan kerumunan tersebut. Meski begitu, pengelola dinilai bertanggung jawab atas kerumunan yang timbul akibat atraksi barongsai.

"Jadi semuanya itu tidak direncanakan atau dibuat untuk sengaja membuat kerumunan. Namun gimana ceritanya, pihak pengelola harus bertanggung jawab dari apa yang terjadi itu," tutur Nasriad.

Di halaman selanjutnya, simak izin usaha Pantjoran PIK terancam dicabut, simak di halaman selanjutnya

Bakal Dicabut Izin Usaha

Satpol PP DKI Jakarta menutup sementara Pantjoran Pantai Indah Kapuk (PIK) sebagai buntut terjadinya kerumunan yang dipicu pertunjukanbarongsai.Pantjoran PIKselaku pengelola terancam didenda hingga izin usahanya dicabut bila kembali terjadinya kerumunan.

"Nggak (sanksi panitia). Tempatnya saja tidak diperbolehkan lagi untuk beraktivitas. Kalau di dalam ketentuan Pergub 3 itu yang dikenakan adalah penutupan tempatnya. Sama saja seperti aktivitas-aktivitas kegiatan yang belum diperbolehkan langsung ditutup atau namanya dihentikan sementara selama masaPSBB. Seperti misalnya, adanya industri pariwisata, (kalau) mereka buka kita langsung segel," kata Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin saat dihubungi, Rabu (17/2/2021).

Lebih lanjut Arifin menjelaskan bahwa dasar penindakan ini tertuang dalam Pergub Nomor 3 Tahun 2021. Arifin menyebut aparat langsung membubarkankerumunanyang terjadi pada Minggu (14/2) lalu.

"Iya, langsung. Jadi nggak diteruskan kegiatannya. Langsung semua rangkaian diselesaikan, langsung dihentikan nggak boleh ada kegiatan, langsung dilakukan penindakan di tempat saat acara. Diingatkan panitia tidak boleh ada kerumunan, tidak boleh ada kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan apalagi kegiatan seperti Barongsai itu," ujarnya.

(mei/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT