Polisi Terkendala Izin Hakim Periksa Saksi soal Dugaan Pemukulan Nurhadi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 23:07 WIB
Eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono kembali jalani sidang virtual. Sidang itu digelar terkait kasus suap-gratifikasi yang menjerat keduanya
Mantan Sekretaris MA, Nurhadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyelidikan polisi terkait kasus dugaan pemukulan eks Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, yang berstatus terdakwa kasus suap ke petugas rutan KPK sedikit terhambat. Polisi perlu izin dari hakim Tipikor untuk memeriksa saksi lain dalam kasus tersebut.

"Kita juga mau melakukan pemeriksaan ke saksi-saksi lain, namun kan rata-rata saksinya adalah tahanan yang di bawah kendali hakim Tipikor," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Jimmy Christian Samma kepada wartawan di kantornya, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (17/2/2021).

Jimmy mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu izin hakim untuk memeriksa saksi tahanan lain tersebut.

"Jadi kendala-kendala masalah perizinan, itu juga kita sementara masih meminta izin dari hakim yang menangani perkara-perkara saksi tersebut," paparnya.

Lebih lanjut, Jimmy mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami fakta-fakta terkait kasus dugaan pemukulan tersebut.

Sebelumnya, Jimmy mengungkap motif Nurhadi memukul petugas rutan KPK. Jimmy menyebut Nurhadi memukul petugas rutan KPK karena emosi.

"Itu hanya emosi ketika ada percakapan yang tidak sesuai, tidak pas. Jadi terlapor itu emosi dan melakukan pemukulan," kata Jimmy.

"Artinya dia emosi, ada gerakan seperti melakukan pemukulan," sambung Jimmy.

Untuk diketahui, petugas Rumah Tahanan (Rutan) KPK diduga menjadi korban pemukulan oleh mantan Sekretaris MA, yang saat ini berstatus sebagai terdakwa perkara suap, Nurhadi. Korban pun melaporkannya ke polisi.

Pelaporan terhadap Nurhadi dilakukan pada Jumat (29/1) sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaporan didampingi oleh pihak Biro Hukum KPK. Petugas rutan pun telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak dokter rumah sakit.

Pada Senin (1/2), polisi melakukan gelar perkembangan kasus. Hal itu dilakukan untuk mempelajari kasus tersebut.

Nurhadi sendiri telah diperiksa polisi pada Kamis (4/2) lalu. Pemeriksaan Nurhadi dilakukan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

(mea/mea)