Pelapor: Pemilik Situs Aisha Weddings Sudah Teridentifikasi Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 21:31 WIB
Pelapor situs Aisha weddings yang mempromosikan nikah usia dini , Disna Riantina dari Sahabat Milenial Indonesia (Samindo) penuhi panggilan Polda Metro Jaya. Pelapor membawa sejumlah alat bukti untuk perkuat laporannya.
Pelapor Aisha Weddings diperiksa polisi. (Yussa/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih menyelidiki dugaan promosi nikah dini yang dimuat situs Aisha Weddings. Pelapor, Disna Riantina, menyebut pemilik situs Aisha Weddings telah teridentifikasi polisi.

"Iya, kalau menurut hemat kami begitu (pemilik situs sudah teridentifikasi). Sudah ada titik benang merah indikasi ke arah sana (pemilik situs). Jadi tinggal pendalamannya saja dari pihak penyidik yang nanti akan disampaikan ke publik. Info dari penyidik begitu," kata Disna saat dihubungi detikcom, Rabu (18/2/2021).

Selain itu, Disna mengatakan ada temuan beberapa warga yang pernah menggunakan jasa penyedia layanan pernikahan tersebut. Berbekal hal itu, dia menyebut penyidik sudah cukup untuk menetapkan tersangka bagi pembuat situs Aisha Weddings.

"Kalau informasi yang kami dapat dari penyidik itu ada (pengguna WO Aisha Weddings), tapi kami dari pelapor hanya memenuhi unsur-unsur bukti dari pelaporan saja. Kalau kami membiarkan penyidik menggali lebih dalam terkait kasus ini karena memang kewenangan penyidik," terangnya.

"Namun bisa kami sampaikan sampai hari ini ada benang merah yang ditarik penyidik untuk menetapkan tersangka kepada pelaku pembuatnya," sambung Disna.

Terkait pemeriksaannya hari ini, Disna menyebut total ada 23 pertanyaan yang dilayangkan penyidik selama 4 jam pemeriksaan. Secara garis besar, sambung dia, pemeriksaan hari berkutat soal pemeriksaan bukti-bukti yang dilampirkan pihaknya.

"Pemeriksaannya sekitar total 4 jam. Pertanyaannya soal alat bukti yang kami ajukan terus juga kemudian kebenaran fakta-fakta yang ada terus awal mengetahuinya dari mana, lalu kemudian arahnya ke mana gitu," ungkap Disna.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lebih lanjut, Disna mengatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Dia pun berharap polisi bisa segera menuntaskan penyelidikan kasus tersebut untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat.

"Tentu ini tidak kemudian berlanjut-lanjut, artinya ketika case ini selesai masyarakat bisa lebih tenang karena tidak ada wadah untuk hal-hal penyalahgunaan hukum itu sendiri yang melanggar UU Perkawinan dan Perlindungan Anak," ungkapnya.

Dihubungi secara terpisah, Kanit IV Subdit Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Immanuel P Lumbantobing mengatakan pihaknya masih menyelidiki pemilik situs Aisha Weddings.

"Masih dalam penyelidikan," kata Immanuel.

Untuk diketahui, situs Aisha Weddings menjadi polemik di masyarakat. Pasalnya, situs tersebut diduga memuat ajakan untuk melangsungkan pernikahan dini.

Disna lewat organisasi Samindo yang merupakan organisasi sayap dari Setara Institute melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Disna mengatakan laporannya telah diterima SPKT Polda Metro Jaya.

Dalam laporan bernomor LP/800/II/Yan2.5/2021/SPKT PMJ, pihak Aisha Weddings dilaporkan terkait dugaan pelanggaran Pasal 27 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Polisi pun bergerak cepat untuk menyelidiki laporan soal Aisha Weddings itu. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan pihaknya telah menyelidiki siapa pemilik dari situs tersebut.

"Kita sedang selidiki," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis saat ditanya detikcom apakah pemilik situs telah diketahui, Sabtu (13/2/2021).

(ygs/mea)