Disidik Sejak 2019, Polisi Tetapkan 11 Tersangka Mafia Rumah Ibu Dino Patti

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 19:00 WIB
Gedung Mapolda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya. (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Pada November 2020 polisi kembali mendapat laporan serupa terkait rumah milik ibu Dino Patti Djalal di daerah Kemang. Kepemilikan rumah tersebut tercatat atas nama Yusminawita yang merupakan keluarga korban.

Kepemilikan properti ini berpindah tangan ke pembeli (SH) dengan menggunakan dokumen-dokumen palsu, berupa KTP palsu, fotokopi kartu keluarga palsu, fotokopi buku nikah palsu hingga NPWP palsu. Semua dokumen palsu itu disiapkan oleh RS.

"Proses penandatanganan akta tanah dan bangunan di depan notaris pun diperankan oleh figur korban yang palsu. Pada awalnya memang terjadi kesepakatan awal harga jual tanah dan bangunan milik korban sebesar Rp 19.500.000.000 dan pembayaran dilakukan secara cicil," kata Dwiasi.

"Kesepakatan ini melalui Topan yang merupakan broker sekaligus orang kepercayaan korban. Namun, saat dilakukan proses penandatanganan akta pada 11 November 2020, dokumen yang dilampirkan semua palsu, berikut figur orang yang memerankan Yurmisnarwati (diperankan oleh AN) dan suaminya (diperankan oleh AG)," sambung Dwiasi.

Fredy Kusnadi sempat dimintai keterangan terkait kasus di laporan kedua tersebut. Namun belum ditemukan adanya keterlibatan dari Fredy.

"Pada 14 Februari telah ditangkap tersangka R yang berperan menyiapkan surat identitas palsu dan 16 Februari 2021 pukul 02.00 WIB telah ditangkap juga tersangka AN yang berperan sebagai figur Yurmisnawita. Total 5 tersangka," ungkap Dwiasi.

Pada 22 Januari 2021, polisi menerima laporan ketiga dengan kasus yang menyasar rumah ibu Dino di daerah Cilandak. Saat itu Fredy disebut hendak membeli rumah tersebut.

Namun pada Januari 2021, pihak Dino melakukan pengecekan ke BPN dan menemukan adanya balik nama sertifikat rumah ke Fredy Kusnadi tanpa adanya informasi ke korban sebelumnya.

"Saat Dino Patti Djalal mengecek ke BPN atas sertifikat tanah dan bangunan tersebut, ternyata benar bahwa sertifikat telah balik nama menjadi Fredy Kusnadi. Dalam hal ini, pelapor merasa dirugikan," tutur Dwiasi.

Hingga saat ini polisi sendiri masih melakukan penyelidikan lebih jauh terkait perkara ketiga tersebut. Polisi belum menentukan adanya tersangka dari kasus tersebut.

Halaman

(mei/fjp)