Lewat Program Ini, UMN Beri Kemudahan agar Tidak Tunda Kuliah

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 17:02 WIB
UMN
Foto: UMN
Jakarta -

Universitas Multimedia Nusantara merespon dampak pandemi dengan meluncurkan program Student Installment Plan (SIP). Program itu diharapkannya menjadi solusi bagi calon mahasiswa yang terdampak pandemi secara ekonomi untuk tidak menunda kuliah.

General Marketing UMN Arief Setiadi Hernawa mengungkapkan pandemi tidak hanya berdampak pada penyakit yang tersebar akibat virus COVID-19. Pandemi juga berdampak pada aspek ekonomi yang berpengaruh terhadap berbagai hal.

"Meski dalam kondisi begini, pendidikan akan tetap menjadi hal penting dan sebaiknya jangan ditunda," ungkap Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya, dengan tidak menunda kuliah, diharapkan calon mahasiswa akan lebih siap menghadapi industri ketika pandemi selesai nanti. Dia mengimbau kondisi yang berdampak pada pembatasan ruang gerak ini sebaiknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan diri agar siap bersaing.

"Fakta bahwa pandemi berimbas pada aspek ekonomi tidak bisa dihindari, termasuk menjadi hambatan dalam memenuhi biaya kuliah. Hal ini yang mendasari munculnya program kemudahan pembayaran melalui program SIP UMN," jelasnya.

Dia menjelaskan calon mahasiswa UMN bisa memanfaatkan program ini untuk mengangsur uang pangkal serta uang semester satu yang biasanya dibayar di awal. Program installment/angsuran yang ditawarkan ada dalam tiga bentuk, pertama program angsuran setahun. Program ini tanpa syarat, calon mahasiswa bersama orangtua/wali hanya diminta untuk membuat surat pengajuan program ini dan dikirimkan ke UMN.

Program kedua yang ditawarkan adalah angsuran selama 48 kali atau angsuran selama masa kuliah. Harapannya, kata dia, biaya bisa dibagi dalam hitungan bulanan dan bisa meringankan dibanding harus melunasi langsung. Calon mahasiswa diminta menyertakan surat yang menyatakan kondisi finansial yang sedang sulit akibat pandemi dari RT/RW atau dari sekolah.

Program ketiga yang ditawarkan, mahasiswa bisa mengangsur biaya kuliah lebih dari 48 kali yaitu 60 kali atau 60 bulan. Tawaran yang ketiga ini bisa dibilang melebihi masa kuliah (empat tahun) karena diharapkan nantinya mahasiswa masih tetap bisa mengangsur setelah lulus, mendapat kerja, dan memiliki penghasilan sendiri.

"Calon mahasiswa diminta untuk menyertakan surat yang menyatakan kondisi finansial seperti surat potongan penghasilan orang tua/wali dari tempatnya bekerja, atau surat lain yang bisa membuktikan," ungkapnya.

Lebih lanjut, diungkapkannya, selama kuliah, mahasiswa akan didorong untuk siap menghadapi industri. Bisa dengan membangun bisnis sendiri maupun dengan bekerja di perusahaan. Tak lepas tangan, UMN memfasilitasi hal ini melalui berbagai wadah inkubasi bisnis Skystar Ventures dan Career Development Center untuk menjejaringkan mahasiswa dengan industri. Tujuannya, mahasiswa bisa memperoleh pekerjaan atau memiliki bisnis bahkan sebelum lulus.

"Biaya yang nantinya akan diangsur ini merupakan biaya yang sudah dipotong beasiswa. Calon mahasiswa bisa mendapat beasiswa dalam berbagai macam jalur termasuk melalui jalur tes beasiswa. Tes yang akan banyak memotong biaya kuliah ini diadakan setiap bulan dan bisa diikuti semua calon mahasiswa," pungkas Arief.

(ads/ads)