Anak-anak Diimbau Tak Main HP di Jalan agar Terhindar dari Penjambretan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 15:26 WIB
Polres Jaksel tangkap pelaku jambret bocah yang viral di medsos.
Polres Jaksel menangkap pelaku jambret bocah yang viral di medsos. (Azhar Bagas/detikdom)
Jakarta -

Akhir-akhir ini sedang marak penjambretan yang terjadi pada bocah, salah satunya aksi jambret viral yang terjadi di Jalan Bayem, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Polisi mengimbau anak-anak tidak bermain ponsel di jalan agar terhindar dari penjambretan.

"Maka imbauan kepada masyarakat adalah bagi calon korban ini agar waspada supaya tidak menjadi korban. Jadi punya peran untuk tidak terjadi kejahatan, salah satu perannya adalah calon korban itu sendiri. Jangan membawa properti, jangan lengah, bersama orang lain, ada penjagaan dan lain sebagainya," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah, kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).

Azis menjelaskan seorang pelaku melakukan kejahatannya karena termotivasi beberapa faktor. Salah satunya karena korban anak-anak adalah sasaran yang lemah sehingga pelaku dengan mudah melakukan kejahatan.

"Ketika ada pelaku yang termotivasi, bertemu dengan korban yang lemah dan tidak ada penjagaan di situ, tidak banyak orang, sepi, tidak ada satuan pengamanan, tidak ada patroli, maka kejahatan bisa terjadi," jelas Azis.

Azis kemudian menjelaskan teori kriminalitas. Pelaku melakukan kejahatannya karena 3 faktor, yakni motivated offender (pelaku termotivasi), suitable target (target sesuai), dan definition of capable guardian (kurangnya penjagaan).

"Kejahatan-kejahatan seperti ini mungkin banyak beredar di masyarakat, kalau di kriminologi itu ada 1 teori yang mengupas peristiwa seperti ini. Sebutannya routine activity theory. Itu kejahatan muncul ada 3 faktor, yaitu ada motivated offender atau pelaku yang termotivasi, kemudian ada suitable target atau target yang sesuai, ada juga definition of capable guardian atau kurangnya penjagaan," katanya.

"Tiga faktor ini kalau tiga-tiganya ada, muncul di suatu waktu dan tempat tertentu, kejahatan bisa terjadi," sambungnya.

Dengan begitu, Azis mengupayakan agar pelaksanaan patroli terus ditingkatkan. Patroli ini ditujukan supaya masyarakat merasa aman dan nyaman ketika berada di area publik.

"Upaya patroli kita tingkatkan, harus tampak, memberi rasa aman dan nyaman. Ini bagian dari satu faktor tadi ya itu adanya penjagaan," jelasnya.

"Namun penjagaan sekali lagi bukan hanya kepolisian, banyak penjagaan-penjagaan lainnya. Contoh ada satuan pengamanan, ada poskamling, ada siskamling, ada pam swakarsa, termasuk kewaspadaan dari lingkungan warga sendiri juga penting," sambungnya.

Seperti diketahui, polisi menangkap dua pelaku jambret bocah yang viral di Jalan Bayem, Kebayoran Baru, Jaksel. Kedua pelaku menjambret ponsel yang sedang dimainkan oleh korban di pinggir jalan.

(mea/mea)