Tersangka Kerumunan Barongsai, Pengelola Pantjoran PIK Tak Ditahan

ADVERTISEMENT

Tersangka Kerumunan Barongsai, Pengelola Pantjoran PIK Tak Ditahan

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 12:20 WIB
Perayaan Tahun Baru Imlek saat pandemi COVID-19 dijaga ketat protokol kesehatan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Berikut kemeriahan Imlek sebelum pandemi
Gambar hanya untuk keperluan llustrasi, bukan merujuk pada kejadian yang sebenarnya. (Getty Images)
Jakarta -

Pengelola Pantjoran PIK berinisial BJ telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan barongsai Imlek. BJ tidak ditahan polisi, mengingat ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara.

"Tersangka tidak ditahan, karena ancamannya satu tahun penjara," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi saat dihubungi detikcom, Rabu (17/2/2021).

Nasriadi mengatakan BJ ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pidana Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, dengan ancaman 1 tahun penjara. Hari ini, polisi memeriksa BJ sebagai tersangka.

"Kemarin kita baru melengkapi alat bukti dan telah melakukan klarifikasi. Insyaallah hari ini tersangka BJ akan diperiksa sebagai tersangka," kata Nasriadi.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti barongsai. Beberapa saksi, termasuk pemain barongsai, diperiksa polisi.

"Alat buktinya berupa keterangan saksi, lalu ada barang bukti barongsai yang kita sita di salah satu yayasan di Pinangsia, Tamansari, Jakbar. Lalu saksi itu ada yang dari pengunjung, pemain barongsai dan pengelola di situ," ungkap Nasriadi.

Berdasarkan beberapa alat bukti tersebut, penyidik Polres Metro Jakarta Utara menetapkan BJ selaku pengelola Pantjoran PIK sebagai tersangka kerumunan.

"Dari hasil alat bukti kita tetapkan dia jadi tersangka dan kemarin telah kita berikan surat panggilan untuk diperiksa hari ini. Karena, sebelumnya yang bersangkutan kita periksa baru sebagai saksi," imbuh Nasriadi.

Simak penjelasan polisi soal penetapan tersangka di halaman selanjutnya

Lihat juga Video: PJ Wali Kota Makassar Laporkan Kerumunan di Balai Kota ke Polisi-Satgas

[Gambas:Video 20detik]



BJ selaku pengelola dinilai bertanggung jawab dalam kasus kerumunan tersebut. Menurut Nasriadi, atraksi barongsai untuk perayaan Imlek ini tidak akan terlaksana jika tidak diberi izin oleh BJ selaku pengelola.

"Karena barongsai ini tidak akan mungkin bisa melakukan kegiatan di sana. Lalu dia bisa melakukan atraksi di tempat yang seperti panggung itu, kan nggak akan mungkin barongsai itu tampil tanpa ada izin atau koordinasi. Jadi dia yang bertanggung jawab di area tersebut," papar Nasriadi.

Sebelumnya, BJ telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kerumunan barongsai di Pantjoran PIK, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. Tersangka dijerat Pasal 93 jo 9 UU 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara atau denda 100 juta.

Seperti diketahui, panggung Barongsai yang digelar di Pantjoran PIK, Pantai Maju, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, disegel. Langkah penyegelan diambil usai tempat tersebut menimbulkan kerumunan pada perayaan Imlek, 14 Februari lalu.

Dari video yang diterima detikcom, panggung barongsai tersebut memang terlihat menimbulkan kerumunan massa. Masyarakat mulai dari orang tua hingga anak-anak terlihat memadai tempat tersebut melihat pertunjukan barongsai.

Meski mayoritas pengunjung nampak menggunakan masker, anjuran untuk menjaga jarak di tempat tersebut abai dilakukan. Polisi berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 membubarkan dan menyegel panggung atraksi barongsai tersebut.

(mei/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT