ADVERTISEMENT

Tersangka Kerumunan Barongsai, Pengelola Pantjoran PIK Tak Ditahan

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 12:20 WIB
Perayaan Tahun Baru Imlek saat pandemi COVID-19 dijaga ketat protokol kesehatan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Berikut kemeriahan Imlek sebelum pandemi
Gambar hanya untuk keperluan llustrasi, bukan merujuk pada kejadian yang sebenarnya. (Getty Images)

BJ selaku pengelola dinilai bertanggung jawab dalam kasus kerumunan tersebut. Menurut Nasriadi, atraksi barongsai untuk perayaan Imlek ini tidak akan terlaksana jika tidak diberi izin oleh BJ selaku pengelola.

"Karena barongsai ini tidak akan mungkin bisa melakukan kegiatan di sana. Lalu dia bisa melakukan atraksi di tempat yang seperti panggung itu, kan nggak akan mungkin barongsai itu tampil tanpa ada izin atau koordinasi. Jadi dia yang bertanggung jawab di area tersebut," papar Nasriadi.

Sebelumnya, BJ telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kerumunan barongsai di Pantjoran PIK, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. Tersangka dijerat Pasal 93 jo 9 UU 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara atau denda 100 juta.

Seperti diketahui, panggung Barongsai yang digelar di Pantjoran PIK, Pantai Maju, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, disegel. Langkah penyegelan diambil usai tempat tersebut menimbulkan kerumunan pada perayaan Imlek, 14 Februari lalu.

Dari video yang diterima detikcom, panggung barongsai tersebut memang terlihat menimbulkan kerumunan massa. Masyarakat mulai dari orang tua hingga anak-anak terlihat memadai tempat tersebut melihat pertunjukan barongsai.

Meski mayoritas pengunjung nampak menggunakan masker, anjuran untuk menjaga jarak di tempat tersebut abai dilakukan. Polisi berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 membubarkan dan menyegel panggung atraksi barongsai tersebut.


(mei/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT