Sekjen: Jadi Partai Terbesar Kedua, Gerindra Tanggung Jawab Serap Aspirasi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 22:37 WIB
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani/Dok Gerindra
Foto: Sekjen Gerindra Ahmad Muzani/Dok Gerindra
Jakarta -

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani memiliki pesan untuk seluruh kader partai. Di tengah situasi bencana dan pandemi, setiap kader harus memiliki tanggung jawab untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Hal itu disampaikan Ahmad Muzani didampingi oleh ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi dan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi H. Sutan Adil saat berbincang dengan komunitas dokter muda dan komunitas gowes Provinsi di Jambi.

"Kami keliling kemana-mana, keliling di Indonesia kami merasa bertanggung jawab menyerap aspirasi dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada rakyat karena Partai Gerindra adalah partai Politik terbesar kedua di Indonesia," Kata Muzani usai berbincang dengan dokter muda dan komunitas di Jambi, Selasa (16/2/2021)

Selanjutnya, pria yang juga merupakan Wakil ketua MPR RI ini menjelaskan tentang beberapa isu aktual dan kondisi kebangssaan setelah dilanda bencana non alam pandemi Covid-19. Muzani mengatakan, banyak program pembangunan pemerintah yang tertahan akibat pandemi yang melanda sejak awal tahun 2020 ini.

"Sejak Maret penganggaran APBN, APBD difokuskan untuk penanganan Covid, tidak ada pembangunan, tidak ada tender tidak ada apa-apa, maka di situlah problem awal perekonomian kita," tutur Muzani.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani/Dok GerindraSekjen Gerindra Ahmad Muzani/Dok Gerindra Foto: Sekjen Gerindra Ahmad Muzani/Dok Gerindra

Muzani berharap pemerintah dan Gerindra di Provinsi Jambi Khususnya bersama-sama melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah semakin merosotnya ekonomi akibat Covid-19.

"Kesehatan nomor satu dan yang kedua adalah ekonomi kerakyatan, potensi ekonomi yang paling memungkinkan saat ini adalah ekonomi kerakyatan yang menggunakan teknologi daring. Ke arah sanalah pertumbuhan ekonomi akan tumbuh, jualan melalui daring tanpa perlu toko atau pun warung, bahkan pelayanan medis pun menggunakan daring untuk tetap bangkit," urai Muzani.

Selanjutnya
Halaman
1 2