Kejari Maros Usut Dugaan Korupsi Proyek Irigasi-Bendung Rp 6,7 M

M Bakrie - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 18:55 WIB
Kejari Maros (Bakrie/detikcom).
Foto: Kejari Maros (Bakrie/detikcom).
Maros -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Sulawesi Selatan mulai melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi pembangunan jaringan irigasi dan bendung Bainang di Desa Bontomanai, Kecamatan Tompobulu, Maros yang telah dianggarkan sebesar Rp 6,7 miliar.

Peningkatan tahap dari penyelidikan ke penyidikan itu dilakukan setelah tim Jaksa melakukan gelar perkara. Selain karena anggarannya yang cukup besar, proyek itu dinilai tidak memiliki manfaat untuk para petani karena kondisinya telah rusak.

"Hari ini kami sudah melakukan gelar perkaranya dan kami telah bersepakat untuk menaikkan ke penyidikan. Proyek ini pagunya sebesar Rp 6,7 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum Maros tahun anggaran 2018," kata Kasi Pidsus Kejari Maros, Muh Afrisal, Selasa (16/02/2021).

Proyek yang dikerjakan oleh PT Harfiah Graha Perkasa itu hingga saat ini tidak diketahui statusnya. Pasalnya, sejak dikerjakan di tahun 2018, sejauh ini belum juga diserahterimakan ke pihak Pemerintah. Padahal, 90 persen anggarannya telah dibayarkan.

"Jadi proyek itu status quo, karena sampai sekarang tidak ada serah terima dan tidak ada juga denda atau balck list. Dari total pagu, yang cair anggarannya itu sudah 90 persen atau sekitar Rp 6,1 miliar. Makanya ini aneh sekali," lanjutnya.

Di akhir tahun 2018, kata dia, pengerjaan proyek tidak selesai dan tersisa 10 persen, baik dari segi fisik maupun dokumen. Lanjut di Januari 2019, bendung itu roboh karena diterjang banjir dan hingga saat ini tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh petani.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2