Hensat vs Budiman Sudjatmiko Debat soal BRIN dan Silicon Valley Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 18:23 WIB
Para pembicara memaparkan pandangannya terkait gaya dan visi kepemimpinan Presiden Jokowi dalam diskusi Siapa Bisa Baca Jokowi  di Jakarta, Kamis (20/6/2019). Hadir dalam diskusi tersebut (kiri-kanan) politisi Partai Demokrat Nova Riyanti Yusuf, pengamat politik Hendri Satrio, anggota DPR Budiman Sudjatmiko, dan moderator Maria Gerardo.
Foto ilustrasi diambil sebelum pandemi COVID-19: Hendri Satrio dan Budiman Sudjatmiko (Ari Saputra/detikcom)

Hensat menanggapi, langkah BRIN terganjal kepentingan politik. Hensat menyebut struktur kelembagaan BRIN bisa cepat disahkan apabila menteri dari rekan separtai Budiman bisa cepat mengesahkan, namun pengesahan itu tak kunjung dilakukan.

"Jadi nampaknya mimpi tentang Riset dan Inovasi masih terganjal kepentingan politik tuh Mas @budimandjatmiko. Padahal yang bisa mengesahkan BRIN menterinya di partai yang sama tu dengan Mas. Mungkin Pak Menteri perlu dicerahkan juga pentingnya Riset dan Inovasi oleh Mas #Hensat," cuit Hensat.

Budiman adalah politikus PDIP yang belakangan sering menggaungkan wacana Silicon Valley Indonesia. Dia telah membangun semacam Silicon Valley di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagaimana dilansir Antara. Hensat menyinggung soal gagasan Silicon Valley Indonesia yang digaungkan Budiman.

"Saya sih seneng dan dukung visi mas @budimandjatmiko yang mau bangun Silicon Valley, tapi kenyataannya... hadeuh Mas, tolong lebih banyak orang diajak diskusi, terutama yang separtai. Semoga sukses Mas! #Hensat," cuitnya.

Budiman menanggapi lagi. Dia menjelaskan bahwa gagasannya soal Silicon Valley Indonesia tidak ada hubungannya dengan BRIN.

"#SiliconValleyIndonesia itu upaya masyarakat sipil dan kalangan bisnis sementara BRIN adalah lembaga negara. Jadi tak berhubungan. Keduanya harus sama2 hidup," tanggap Budiman.

"Yakin Mas itu gak berhubungan? Apakah #SiliconValleyIndonesia tidak butuh dukungan pemerintah? #Hensat," balas Hensat.

Halaman

(dnu/van)