ADVERTISEMENT

Round-Up

Risma Kini 'Buntuti' Anies Baswedan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 05:26 WIB
Ilustrasi Anies Baswedan dan Tri Rismaharini (Repro detikcom)
Foto: Ilustrasi Anies Baswedan dan Tri Rismaharini (Repro detikcom)

Sebanyak 18,6% responden memilih Anies karena kinerja Anies yang dinilai bagus, pilihan ini tertinggi. Responden memilih Tri Rismaharini paling tinggi karena kinerja bagus sebesar 14,9%. Sedangkan responden mengapa memilih Sandiaga Uno tertinggi karena pengusaha sebesar 22,8%.

"Adapun 5 besar alasan responden memilih Anies Baswedan adalah kinerja bagus 18,6%, religius/pro Islam 11,9%, membawa perubahan 5,2%, ingin melanjutkan program 3,1%, dan dianggap peduli & dermawan 3,1%. Sedangkan 5 besar alasan responden memilih Tri Rismaharini adalah kinerja bagus 14,9%, blusukan 11,7%, cepat tanggap 7,4%, tegas 7,4%, peduli & dermawan 7,4%," ucap Ade Irfan.

Sekarang, disimulasikan jika Anies Baswedan dan Tri Rismaharini saling head to head dalam gelarang Pilgub DKI Jakarta. Responden diajukan dengan pertanyaan "Jika pemilihan gubernur dilakukan saat ini, dari 2 nama berikut ini, siapakah yang akan anda pilih menjadi Gubernur DKI Jakarta?"

Hasilnya:
1. Anies Baswedan: 45,0%
2. Tri Rismaharini: 36,6%

Semenjak Tri Rismaharini menginjakkan kaki di Ibu Kota sebagai Menteri Sosial (Mensos), 'percikan-percikan' dengan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta sudah nampak.

Contohnya, ketika Risma aktif blusukan di Ibu Kota menemui sejumlah tunawisma. Aksi Risma ini dinilai sebagai bentuk kritik terhadap Anies Baswedan selaku Gubernur DKI.

Aksi blusukan Risma dinilai memang secara tidak langsung memercikkan persaingan politik mantan Wali Kota Surabaya itu dengan Anies Baswedan. Apalagi, kata Ujang, aksi blusukan itu terkesan tanpa koordinasi dengan Pemprov DKI.

"Karena masuk ranah persaingan politik antara Anies vs Risma. Risma juga sebagai Mensos dianggap tak koordinasi dengan pemprov dan pemkot. Dengan gubernur dan wali kota di DKI. Jadi main sendiri. Dan itu tentu menyinggung pemprov dan pemkot tempat dimana tunawisma berada," kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin, kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Lebih lanjut, Ujang mengatakan Risma bakal didorong oleh PDIP untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta berikutnya. Sehingga, menurutnya, langkah yang dilakukan Risma saat ini guna menggaet popularitas.

"Prediksi saya, Risma akan didorong PDIP untuk maju Pilgub DKI. Masuknya Risma sebagai mensos juga merupakan langkah awal memperkuat popularitas di Jakarta. Lihat saja, bagaimana Risma langsung blusukan ke kawasan kumuh, seperti kolong jembatan dan pinggir kali," ujarnya.


(rfs/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT