Novel Baswedan Dipolisikan, Deputi Penindakan KPK Harap Polri Bijak

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 19:36 WIB
Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto (Wilda/detikcom)

Sebelumnya, DPP PPMK melaporkan penyidik senior KPK Novel Baswedan ke Bareskrim Polri soal cuitan tentang meninggalnya Ustadz Maaher yang diduga mengandung unsur provokasi. PPMK mengaku laporan sudah diterima pihak Bareskrim Polri.

"Setelah tadi berjam-jam konsul dengan pihak penyidik, pihak siber (Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri). Alhamdulillah laporan kami diterima. Bang Lisman Hasibuan sebagai saksi pelapor. Untuk tadi pasalnya kalau ada yang menanyakan, nanti bisa konfirmasi langsung ke pihak penyidik Bareskrim. Karena bukan kewenangan kami untuk menyampaikan itu. Pada intinya laporan kami diterima oleh penyidik," ujar Waketum PPMK Joko Priyoski kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kamis (11/2) malam.

Joko mengatakan Novel Baswedan harus menjaga integritasnya sebagai penyidik senior di KPK. Terkait peristiwa meninggalnya Ustadz Maaher, menurutnya, Novel Baswedan tidak boleh menyerang sesama penegak hukum.

Joko menyebut pelaporannya terhadap Novel Baswedan didasari oleh panggilan hati nurani. Joko berharap Novel segera dipanggil Bareskrim Polri untuk dimintai klarifikasi soal cuitannya tentang Ustadz Maaher yang meninggal dunia di tahanan.

Diketahui, Novel Baswedan membuat cuitan tentang meninggalnya Ustadz Maaher. Dia mempertanyakan kenapa orang sakit tetap dipaksakan ditahan.

"Innalilahi Wainnailaihi Rojiun. Ustadz Maaher meninggal di Rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluan lah. Apalagi dengan Ustadz. Ini bukan sepele lho..," cuit Novel melalui akun Twitter @nazaqistsha seperti dilihat pada Selasa (9/2).


(fas/haf)