19 Orang Lolos Seleksi Kedeputian Penindakan KPK: 11 dari Kejagung, 8 Polri

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 14:28 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Ilustrasi gedung KPK. (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 19 orang dinyatakan lolos seleksi sebagai pegawai baru KPK. Mereka yang lolos akan memperkuat Kedeputian Penindakan KPK.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan 19 orang itu berasal dari unsur Kejaksaan Agung (11 orang) dan Polri (8 orang). Menurut Ali, nantinya mereka akan bertugas di Direktorat Penyelidikan, Penyidikan, dan Penuntutan.

"Saat ini telah dinyatakan lulus 11 orang pegawai yang bersumber dari Kejaksaan Agung dan 8 orang yang bersumber dari Kepolisian yang akan memperkuat Kedeputian Penindakan KPK baik direktorat penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan," kata Ali kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

"Bergabungnya 19 orang pegawai pada Kedeputian Penindakan KPK ini diharapkan mampu mempercepat penuntasan perkara yang saat ini sedang ditangani KPK," tambahnya.

Ali mengatakan mereka yang lolos telah melalui tahapan proses seleksi administrasi, potensi, assessment, bahasa Inggris, dan kesehatan. Proses seleksi, kata Ali, dilaksanakan oleh pihak ketiga yang independen.

"Tahap akhir berupa wawancara dengan struktural penindakan dan pimpinan KPK," ucap Ali.

Seperti diketahui, Deputi Penindakan KPK Karyoto telah menyebutkan KPK bakal menambah 100 penyidik baru. Sebanyak 100 penyidik baru itu nantinya akan ditempatkan untuk memperkuat bidang penindakan KPK.

"Kebutuhan di direktur penyidikan, penyelidikan, dan penuntutan. Kami secara renstra (rencana strategis) masih ada tambahan 100 personel itu," kata Karyoto di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2020).

Karyoto menjelaskan 100 penyidik baru yang akan ditempatkan di sejumlah bagian, dari penuntutan, penyelidikan, penyidikan, hingga spesialis asset tracking. Namun, menurut Karyoto, proses rekrutmen membutuhkan waktu lama karena standardisasi penyidik di KPK sangat tinggi.

"Nah, memang kendala yang terjadi untuk rekrut butuh waktu lama dan tak gampang masuk KPK karena mungkin standarnya tinggi," sebutnya.

(fas/dkp)